SUNGSANG || Gardatipikornews.com
- Rekonstruksi Pembangunan Penggantian Jembatan A.TPI 2 Marga sungsang kecamatan Banyuasin II kabupaten Banyuasin Sumsel bebas tanpa Pengawas Alhasil Pengerjaannya Diduga Keras tidak sesuai sepek/metode Pelaksanaan.Rabu,24 Juli 2024 pelaksanaan Pembangunan Penggantian Jembatan A.TPI 2 berlokasi Marga sungsang kecamatan Banyuasin II diduga keras banyak menabrak metode pelaksanaan baik dari awal pemasangan paku bumi tembok penahan tanah (TPT) ,pemasangan besi yang sekedar nya saja,pemadataan badan jalan sampai pemasangan besi yang sangat diduga tidak sesuai spesifikasi, perlu grak cepat pejabat Dinas Pekerjaan Umum Bina marga dan Tata Ruang ,bidang pembangunan agar melangkah turun ke lokasi untuk meninjau kinerja CV.Jaya Buana sebagai pelaksana anggaran negara sebesar Rp, 4.480.147.500,00 dari hasil pajak rakyat yang harus di rasakan rakyat bukan untuk di jadikan ajang korupsi oleh oknum kontraktor (Indra,T) pelaksana konstruksi,pasalnya”banyak dugaan-dugaan Mark,up di sana. Terakhir di temukan awak media pada Rabu 24 juli 2024 13,30 Wib, saat pemasangan Paku bumi berjalan, tidak di temukan konsultan pengawas maupun kontraktor maupun pengawas dari dinas pekerjaan umum Bina marga dan Tata Ruang menimbulkan dugaan akan terjadinya tabrak aturan dalam metode pelaksanaan teknis kerja lapangan,benar saja”ketika di amati volume tinggi terpantau saat di cek ukur ada yang hanya mencapai beberapa sentimeter hingga tidak diketahui panjang dan lebar saja akibat tidak adanya pengawasan yang benar menjadikan kebebasan para pekerja melakukan teknis pemasangan yang tidak mungkin tejamin kualitas mutu Adukan yang seharusnya Satu berbandig dua dan besi yang semestinya dipakai besi merek KSTI namun sebaliknya dipasang besi banci merek (J.I), BJKU Di lokasi hanya ada para tukang dan pekerja saja sedangkan pengawas kontraktor (Indra,T) jarang ada dilapangan dari awal mulai pekerjaan sampai saat ini diduga tidak memahami atau sengaja melakukan pembiaran pekerjaan yang asal jadi tanpa mengecek pemasangan bakisting yang tidak mengimbang antara kanan dan kiri untuk mendapat volume tinggi yang sesuai dalam teknis kerja lapangan diduga akibat perataan/pemadatan pemasangan besi dan pengecoran yang minim mengakibatkan hasil ketebalan beton jadi tipis. Pembangunan penggantian Jembatan A,TPI 2 yang di harapkan masyarakat sebagai pasilitas jembatan ”seharusnya pada saat pengerjaan berjalan pihak konsultan pengawas ada di lokasi bagaimana bisa berjalan baik kalau tidak ada pengawas”kami sebagai warga berharap pembangunan penggantian Jembatan A,TPI 2,ini berjalan lancar dan hasilnya memuaskan sesuai harapan masyarakat, ujar, warga. Kalau memang pelaksanaan ini tidak sesuai spek (RAB) Teknis Kerja lapangan kami minta dinas pekerjaan umum Bina marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel BPK RI kejaksaan tinggi Sumsel dan Tipikor Polda Sumsel turun meninjau pekerjaan ini, jangan sampai anggaran yang nilainya miliyaran rupiah ini tidak terealisasikan dengan baik dan benar”bukan untuk di jadikan ajang bisnis oknum pemborong demi kantongnya sendiri,tambah salah satu warga yg tidak ingin di sebut nama. Sementara dari pihak pelaksana CV Jaya Buana dan pihak konsultan juga dari PPTK Dinas pekerjaan umum Bina marga dan Tata Ruang dari bidang pembangunan propinsi Sumsel belum ada yang bisa memberikan komentar atau penjelasan tentang hal itu. Pewarta : Team*Red*