Bogor, Gardatipikornews.com
- Kementerian Sosial RI pada Maret 2021 lalu telah dan terus melanjutkan menyalurkan bantuan sosial (bansos). Bansos diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah sesuai dengan data dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai amanat Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
Penyaluran merupakan bagian dari Program Bantuan Tunai yang diluncurkan Presiden Joko Widodo sejak 4 Januari 2021 yang mencakup tiga jenis program, yaitu Program Sembako/Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) bagi 18,8 juta KPM, Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 Juta KPM, dan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi 10 juta KPM.
Selama Maret 2021, telah disaluran BPNT dalam beberapa tahap, yaitu pada 22 Maret sebanyak 4.502.451 KPM; 25 Maret sebanyak 5.993.734 KPM dengan akumulasi sebanyak 10.496.185 KPM.
Intinya Pemerintah Pusat melalui Dinas Sosial Kabupaten Bogor terus menerus secara berkesinambungan menggelontorkan bantuan sembako Mandiri ke masyarakat KPM. Seperti yang dilakukan Agen Ati Desa Cihowe Kecamatan Ciseeng.
Agen Ati yang berada di Kp. Ranca Kromong Rt. 001/Rw. 03 pada hari Minggu, 26 Desember 2021 menyalurkan sembako Bantuan Pangan Non Tunai Mandiri kepada 270 Keluarga Penerima Manfaat.
Penyaluran tersebut digelar Yanti Dara dan dimonitor oleh Babinmas Desa Cihowe Personil Polsek Parung Bripka Hary, Babinsa Personil Koramil 0621-22/Parung Serda Dadang Robandi, Staf Desa Karsiah, Pendamping PKH Tety/Pandi, Kadus Dedi, Ketua Rt, serta Linmas.
Babinmas Hary dan Babinsa Dadang Robandi dengan tegas mengingatkan untuk mengambil bantuan sembako KPM diharuskan mengenakan masker dan tetap mengindahkan protokol kesehatan (protkes).
Rep: Agustion