Kab. Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Mengulas kembali program Indonesia pintar di salah satu sekolah yang ada di kecamatan parakansalak kini menjadi sebuah perhatian khusus oleh awak media gardatipikor dan mengkonfirmasi langsung dinaspendidikan. Minggu 31/8/2025.
melalui balasan pesan singkatnya kepala dinas pendidikan "Eka Nandang Nugraha,S.IP.,MM. "melampirakan surat himbauan yang di keluarkan oleh dinas pendidikan pada tanggal 27 September 2023.,sebagian dalam isi suratnya antara lain, "himbauan kepada kepala satuan pendidikan dari tingkat Dasar hingga menengah tentang petunjuk pengelolaan program Indonesia pintar,apabila dalam pelaksanaan nya di temukan ada penyimpangan maka satuan pendidikan akan diberikan sanksi sesuai peraturan dan per undang-undangan yang berlaku".
"Mengacu pada pemberitaan awal di media yang sama informasi dari masyarakat Mengenai adanya dugaan buku tabungan atau buku rekening program Indonesia pintar yang di simpan oleh pihak sekolah kini semakin jelas dimana awak media melakukan investigasi lebih mendalam kepada orang tua murid yang berinisial (A) di kediamannya,yang berada di desa bojonglongok kecamatan parakansalak.

Ia menuturkan",bahwa anak saya beberapa bulan kemarin pernah mendapat informasi dari sekolah untuk mengambil uang ke bank dan membawa beberapa persyaratan yang di perlukan,setelah di bank saya dan anak tandatangan lalu mendapatkan uang sebesar Rp.225.000.00(dua ratus duapuluh lima ribu rupiah) saya tidak tahu itu duit apa tapi pihak guru sebelumnya memberitahu untuk datang ke bank di grup sekolah .
"Kepada wali murid silahkan datang ke bank itu uang bukan dari sekolah tapi dari pemerintah yang di ajukan oleh orang desa jadi jangan sampai menyalahkan guru di sekolah nanti juga kebagian bergantian.katanya.
Sambung orang tua murid kepada awak media bahwa yang menerima pada hari itu lumayan banyak,untuk semua nominalnya hampir sama namun jumlah uang yang di terima bersih hanya Rp.200.000 karena yang sisanya di berikan kepada oknum guru yang mengurus hal tersebut.
"Mau ngasih mangga kalo gak ngasih juga gak apa-apa,"kata oknum guru orang pada ngasih masa kita enggak ya kita ikut ngasih juga.cetus orang tua murid di tanya lebih jauh tentang buku rekening ia menjawab bahwa tidak tau mengenai buku rekening ia hanya menerima uang saja.
( @Dd. Hasan GTN**