Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Camat Purabaya Buka Suara Soal Warganya Yang Viral di Youtube

by Gardatipikornews
26 Desember 2024 - 706 Views

Kabupaten Sukabumi, Jawa barat || Gardatipikornews.com -

Kehidupan keluarga Pardi ( 42 ), warga Kampung Legok Teureup, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, yang diunggah kang Jerry0101 di akun YouTube Petualangan Alam Desaku, viral dan dilihat 718 penonton. Video berdurasi 45.09 detik itu menceritakan kelamnya kehidupan pasangan Pardi dengan Ningsih dan ketiga anak mereka. Keluarga kecil yang tinggal di sebuah gubuk berdinding karung plastik bekas berukuran 5 x 5 meter, dan berdiri dilahan kebun milik oranglain. Pardi yang asli Purabaya menikahi isterinya, Ningsih asal Cikangkung, Kecamatan Ciracap, hingga kini usia perkawinan mereka sudah 19 tahun. Kedua anak mereka, Holil ( 17 ) dan Aisah ( 13 ) harus rela putus sekolah karena tak ada biaya. Sementara anak bungsunya Lia sekarang tercatat sebagai siswa PAUD. " Jangankan untuk biaya sekolah untuk makan sehari hari saja susah. Tadi juga ada beras dapat ngutang di warung. Ya tinggal disini sementara sambil ngumpulin duit sedikit sedikit untuk membangun rumah, " ratap Pardi. Diceritakan Pardi, ia kini sudah tak punya sanak saudara. Kedua orangtuanya sudah lama tiada. Tak sedikitpun warisan ia terima, " karena saya saudara tiri ya tidak kebagian, " ujarnya. Untuk bisa bertahan hidup kini mereka tinggal dilahan orang. Gubuk pun dibangun atas seijin pemilik lahan. " Awalnya kami tinggal menumpang di rumah kosong milik tetangga. Kami diberi ijin menempati, namun tak kuat mendengar cibiran tetangga, ya mendingan tinggal disini, " ujar Pardi. Adalah Kang Jerry sang konten kreator yang sengaja mendatangi kediaman Pardi. Usai kehidupan buruh tani ini diupload di akun YouTube, ahirnya viral. Menyikapi itu, Camat Purabaya Sri Yuliani buka suara. Kata dia, viralnya video tersebut ia lantas mengambil sikap dan membahasnya dengan staf. " Saya mengutus sekretaris kecamatan dan Kasi Pemerintahan untuk meninjau lokasi tersebut. Setelah di cek ternyata Mang Pardi ini bukan warga Purabaya, KTP nya masih warga Parungserab. Dan hadirnya dia ke tempat tersebut tidak lapor RT, " terang Sri. Diakui Sri, pihaknya menyangkan kenapa tidak ada konfirmasi sebelumnya. Bukan berarti itu sebuah aib namun alangkah eloknya jika Maslah tersebut dikonfirmasi kan dulu sebelumnya. " Iya kan mestinya datang dulu, ya konfirmasi, bahwa di Desa Margaluyu ada warga yang seperti itu....saya juga senang dan sangat berterima kasih ada yang mau bantu, kita sama sama bantu. Dan kata kepala desa Margaluyu Pardi itu bukan warga Margaluyu, " tandas Sri. Diungkapkan Sri, pihaknya sangat berterima kasih kepada si pembuat video tersebut, mudah mudahan kehidupan Pardi bisa jauh lebih baik. " Tapi kalau ada pihak yang menyorot kami ya tunggu dulu, persoalannya warga tersebut bukan warga kami. Bukannya kami tidak manusiawi tapi tertib administrasi juga menjadi sebuah keharusan, " pungkas Sri ( @MardiGTN.com )
Sebelumnya
Pasca Longsor di Simpenan, Ini Langkah Cepat Polisi...
Selanjutnya
5 Pimpinan Baru PK IMM Resmi Terpilih,Ketum IMM Lotim Ingatkan Musykom Bukan Hanya Transisi...

Berita Terkait :