Bogor || Gardatipikornews.com -- Orang tua siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Caringin Kabupaten bogor, Jawa barat,mengeluhkan pilihan menu MBG yang dibagikan selama Ramadan.
Mereka menilai menu yang diberikan belum memenuhi aspek gizi penerima manfaat.
Keluhan terkait menu Program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan 2026 menjadi sorotan di media sosial. Sejumlah wali murid menyampaikan keberatan atas kualitas makanan yang diterima siswa.
Laporan dari siswa menyebutkan adanya temuan telur dengan cangkang masih kotor, hingga telur berbau tidak sedap. Selain itu, wali siswa juga mempertanyakan standar gizi dan higienitas menu yang dianggap kurang diperhatikan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kelayakan makanan yang dikonsumsi siswa selama bulan Ramadan.
Dalam beberapa unggahan di media sosial juga terlihat laporan serupa. Para ortu mempersoalkan menu MBG yang tampaknya tidak sampai Rp 15 ribu per porsi. "MBG Rp 15 ribu cuma kayak gini, oke lah Ramadan semua harga naik, tapi nggak segini juga, per item cuma dua ribu. Katanya perbaikan gizi," tutur salah satu netizen.
"Dengan anggaran 15k per porsi, apakah ada korupsi di dalamnya?" timpal yang lain.
Ni menu program makan bergizi gratis cuma Pisang 1butir.goreng tempe 4 potong.ubi pake susu di dalam kemasan itu pun cuma sedikit.telor 1butir
"Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan MBG Ramadan tetap sesuai standar gizi, tepat sasaran, serta transparan dari sisi penggunaan anggaran. Evaluasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik," bebernya (26/2/2026).
Dalam rakor, BGN meminta mitra tidak lagi menggunakan kantong plastik sederhana. Makanan harus dikemas dalam wadah yang lebih representatif dan higienis, serta mampu menjaga kualitas hingga diterima siswa.
BGN juga mendorong setiap SPPG mulai menggunakan vacuum sealer agar makanan lebih awet dan aman selama proses distribusi.
"Standar keamanan pangan harus diperkuat, apalagi di bulan Ramadan,"ujar wali murid
@red GTN@ H.Jajuli