Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
Senin, 14 September 2026
Pilih Mode:
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Kecelakaan - GTN Politik - GTN Pendidikan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Festival Dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda Utama HJKS, Persiapan Terus Dimatangkan

Persiapan menyambut Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 terus dikebut.
by Gardatipikornews.com
05 September 2026 - 59 Views

Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Persiapan menyambut Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 terus dikebut. Gelaran seni tanaman kerdil berskala nasional tersebut secara resmi masuk dalam salah satu agenda utama rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2026.

Menjelang pembukaan yang dijadwalkan pada 19 September 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi guna mematangkan berbagai persiapan teknis dan pelaksanaan kegiatan. Rapat strategis tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Jampangtengah dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, jajaran Pemerintah Kecamatan Jampangtengah selaku tuan rumah, pengurus Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi, serta perwakilan sejumlah perangkat daerah terkait.

Persiapan kegiatan juga mendapat dukungan dari Bank BJB yang bertindak sebagai sponsor utama festival.

Festival yang mengusung tema “Merdeka dalam Berkarya, Ngahiji Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai Indonesia” tersebut akan menghadirkan dua agenda utama, yakni lomba dan pameran bonsai. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi para pebonsai dari berbagai daerah untuk berkompetisi sekaligus memperkenalkan potensi seni dan agrobisnis bonsai di Kabupaten Sukabumi.

Pendaftaran Peserta Telah Dibuka

Bagi para pencinta dan pegiat bonsai yang ingin mengikuti kompetisi, pendaftaran peserta telah dibuka. Panitia mengimbau para pebonsai untuk segera melakukan pendaftaran sekaligus mempersiapkan pohon bonsai terbaik mereka.

Proses penyerahan dan penerimaan pohon bonsai akan dimulai pada Senin, 14 September hingga Kamis, 17 September 2026, bertempat di lokasi utama kegiatan, yakni Alun-alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah. Batas akhir penerimaan pohon ditetapkan pada 17 September 2026.

Dukungan terhadap pelaksanaan festival juga datang dari Pemerintah Kecamatan Jampangtengah. Camat Jampangtengah, Ichsan Muchlis Sani, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Alun-alun Bojonglopang sebagai pusat kegiatan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan bersama seluruh elemen masyarakat siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan event berskala nasional tersebut.

“Kami berharap manfaat ekonomi dan kreativitas dari festival ini dapat diterima langsung oleh masyarakat Jampangtengah, baik dari sektor UMKM, penginapan, maupun para pengrajin lokal,” tutur Ichsan.

Dorong Pariwisata dan Perputaran Ekonomi

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, mengajak seluruh lapisan masyarakat serta para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta, untuk bersama-sama menyukseskan festival tersebut.

“Kami mengajak semua pihak turut serta, baik dari pemerintahan maupun swasta, untuk mendukung agar kegiatan ini sukses. Kehadiran para pebonsai dari berbagai daerah tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata, tetapi juga memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi perputaran ekonomi dan agrobisnis masyarakat Sukabumi,” ujar H. Ali Iskandar.

Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta agrobisnis Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat yang lebih luas.

Ketua RUBI Cabang Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menambahkan bahwa festival tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, apresiasi, dan promosi bagi perkembangan bonsai di Indonesia.

Rundown Festival Bonsai Sukabumi 2026

Panitia telah menetapkan rangkaian kegiatan Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 sebagai berikut:

  • 14–17 September 2026: Penyerahan dan penerimaan pohon bonsai peserta di Alun-alun Bojonglopang. Penerimaan terakhir pada 17 September 2026.

  • 18 September 2026: Proses penilaian dan penjurian oleh tim juri gabungan nasional dan lokal secara objektif.

  • 19 September 2026: Pameran umum, pengumuman pemenang, serta penyerahan hadiah kepada para juara.

Bupati Sukabumi Dijadwalkan Hadir

Puncak Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 pada 19 September 2026 dipastikan menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian HJKS 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu titik pemberhentian dalam agenda touring dinas bertajuk “Ngalongok Dulur Salembur.”

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dijadwalkan hadir secara langsung untuk membuka kegiatan melalui prosesi gunting pita. Prosesi tersebut akan didampingi Presiden RUBI Pusat, Prof. Zudan Arif Fakrulloh.

Selain membuka pameran, Bupati H. Asep Japar bersama Prof. Zudan juga dijadwalkan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. Rangkaian acara kemudian akan dilanjutkan dengan prosesi tradisi penancapan bendera kemenangan di atas media tanam bonsai yang meraih juara utama.

Tak hanya itu, momentum tersebut juga akan dirangkaikan dengan peluncuran buku “Bonsai: Karya Seni dan Investasi” karya Achmad Zazuli. Buku tersebut mengulas bonsai bukan hanya sebagai karya seni dan hobi, tetapi juga mengenai potensi nilai ekonomi serta peluang investasi dari budidaya tanaman bonsai.

Selaras dengan Semangat HJKS 2026

Dipilihnya Alun-alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah, sebagai pusat Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 dinilai selaras dengan semangat besar perayaan HJKS 2026 yang mengusung tema:

“Ngalongok Dulur Salembur: Ngaboseh sa-Jalur, Ngaraksa Lembur.”

“Ngalongok Dulur Salembur” memiliki makna mengunjungi kerabat atau saudara yang berada di wilayah pedesaan. Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan yang tidak sekadar menjadi perjalanan atau kunjungan biasa.

Para peserta touring yang terdiri dari komunitas, unsur Forkopimda, serta masyarakat luas diharapkan hadir sebagai saudara yang “pulang kampung” untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan sekaligus mendorong potensi yang dimiliki daerah.

Melalui Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026, potensi lokal diharapkan semakin dikenal luas, khususnya pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan agrobisnis tanaman bonsai.

Dengan dukungan berbagai pihak, festival berskala nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat serta memperkuat posisi Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah potensial dalam pengembangan bonsai di Indonesia.

Jurnalis : Sumardi || Publikasi  : Red@ksi.gtn.com 

Sebelumnya
Polsek Mataram : Kawal Hingga Selesai Pawai Ta’ruf Di Karang Genteng Diikuti 500...
Selanjutnya
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Helikopter Polairud Baharkam Polri BKO Polda Jateng Dikerahkan...

Berita Terkait :