Bogor, Ciseeng || Gardatipikornews.com -- Sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas perihal musik tradisional Gambang Kromong yang merupakan orkes musik tradisional Betawi, merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan pribumi, dinamai dari dua instrumen utamanya (gambang dan kromong), dan memadukan alat musik seperti gambang, kromong, tehyan, sukong, tehyan, gendang, kecrek, dan suling, yang sering mengiringi pertunjukan seperti lenong, tari Cokek, dan acara adat.
Tidak dapat dipungkiri bahwa musik tradisional Gambang Kromong yang notabene musiknya kaum manula ini bilamana tidak ada upaya untuk dilestarikan maka dalam 1 atau 2 dekade musik Gambang Kromong akan dilupakan masyarakat.
Untuk itulah maka setahun lalu, Mami Mely dan suami tercinta Aswan (Wawan) menampung saran dari para pecinta joget (ngibing) yang dikenal dengan nama Happy Fun untuk membentuk grup Gambang Kromong sendiri. Gayung bersambut Mami Mely yang didukung sepenuhnya oleh sang suami setahun lalu (25 Januari 2025) membentuk grup Gambang Kromong IRAMA BARU.

Hari ini, Minggu 25 Januari 2026 bertempat dikediaman Mami Mely/Wawan di Kp. Perigi Bengkel Rt. 003/Rw. 04 Desa Parigi Mekar Kec. Ciseeng Kab. Bogor digelar ulang tahun I Gambang Kromong IRAMA BARU, suasana sangat meriah, kegiatan ultah/milad berlangsung sejak pagi hingga malam dengan MC kocak yang berpostur gemuk pendek dan biasa dipanggil BOLA.
Warga Kp. Perigi Bengkel dan juga warga desa lain tampak sangat antusias dengan penampilan panggung Gambang Kromong IRAMA BARU yang mengiringi belasan penyanyi berparas cantik. Tidak kurang dari seribu penonton tak bergeming menyaksikan permainan alat musik seperti: suling/basing, jutao, kongahyan, tehyan, sukong, kecrek, ningnong, satu buah gendang besar, dua buah gendang kecil , kempul, dan gong. Yang patut diacungi jempol adalah para pemainnya adalah para pemuda, mereka bermain begitu terampil memainkan alat musik tradisional tersebut.
Awak media Gardatipikornews.com berkesempatan hadir dan berbincang-bincang dengan pemilik Gambang Kromong IRAMA BARU Mami Mely, sang suami Aswan/Wawan, Denis, Ketua Grib Komar, Ketua Laskar Banten Jama, pemimpin/pengasuh Junaedi (Juned Tehyan) yang didampingi Ormas Grib Ketua Dpac Ciseeng Komarudin (Komar)
Denis yang menantu Mami Mely dengan singkat menceritakan perjalanan sampai pembentukan grup Gambang Kromong IRAMA BARU hingga berjalan setahun.
Juned yang lebih banyak memainkan tehyan menuturkan bahwa seluruh pemain Gambang Kromong IRAMA BARU adalah anak muda. Karena musik tradisional gambang kromong bilamana tidak dilakukan regenerasi dikhawatirkan akan punah dengan seiring berjalannya waktu. Maka Juned yang juga mendapat didikan di IKJ ini gigih melakukan pelatihan-pelatihan kepada kaum muda, dengan mengingatkan bahwa musik tradisional Gambang Kromong harus dilestarikan. Tugas generasi muda agar gambang kromong tetap ada dan menjadi primadona para pecinta ngibing.
Pewarta: Agustion Kaperwil Jabar