Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pendidikan - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Gempar Soroti Pemandian Air Panas Cikundul Diduga Tak Minta KTP Pengunjung, Disinyalir Kerap Dijadikan Ajang Mesum

by Gardatipikornews
20 Desember 2021 - 730 Views

SUKABUMI, GARDATIPIKORNEWS.COM


-Gerakan Mujahid Penegak Ajaran Allah dan Rasul (Gempar) Sukabumi Raya, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dan pengelola tempat pemandian Air Panas Cikundul, Kecamatan Lembursitu, untuk selektif dalam menyaring tamu yang akan berendam Air Panas. Hal tersebut dilontarkan, Ustadz Ece Muhammad Al-Ghifari Ketum Gempar Sukabumi Raya, disela menyampaikan sorotan keras terhadap keberadaan tempat pemandian Air Panas Cikundul. Gempar sudah tahunan mencium, teknis engelola pemandian Air Panas yang diyakini tidak selektif meminta KTP atau tanda pengenal lain kepada pengunjung. "Dari tahun 2015 Gempar menyoroti tempat kegiatan pemandian Air Panas Cikundul tersebut, yang tidak bisa selektif dalam syarat KTP untuk bisa masuk ketempat pemandian tersebut. Kegeraman kami sebagai Mujahid Penegak Ajaran Allah dan Rasul, kembali mencul setelah adanya informasi oknum ASN yang diduga pasang selingkuh, tertangkap basah masuk kedalam satu kamar mandi Air Panas, hingga kabar tersebut mencuat di sejumlah media online," cetus Ustadz Ece Muhammad Al-Ghifari, Senin (20/12/21). Untuk itu, Gempar tergugah setelah masuknya informasi bahwa tempat Pemandian Air Panas Cikundul, kerap dijadikan tempat mesum oleh pasangan yang bukan muhrim. Untuk itu, DPP Gempar Sukabumi Raya meminta pemerintah untuk bisa menindak tegas. Bisa hal tersebut tidak dilakukan penindakan. Gempar tak segan-segan akan menutup paksa tempat pemandian air panas di Cikundul. "Kalau pengelola tempat wisata air panas di Cikundul tidak selektif dalam menyaring tamu yang akan berendam di dalam bak panas, kami akan mendatangi dan menutup paksa tempat tersebut," tegasnya. Ece menilai, Pemkot Sukabumi melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) terkesan membiarkan tersebut yang memicu munculnya kesempatan perbuatan mesum di tempat wisata air panas Cikundul. "Hasil investigasi para laskar, disinyalir kuat banyak pasangan laki-laki dan perempuan bukan suami istri yang melenggang masuk ke kamar rendam air panas. Jika dibiarkan kondisi ini bisa merusak moral generasi muda," selorohnya. Ustadz Ece mengingatkan, bahwa Kota Sukabumi memiliki visi untuk mewujudkan pemerintahan yang rahmatan lil alamin dan dikenal dengan sebutan Kota Santri dan Religius. "Guna mencapai visi tersebut, seluruh jajaran di lingkungan Pemkot Sukabumi harus bersatu padu untuk memberantas penyakit masyarakat. Jangan sampai kami (Gempar) bersama Ormas Islam di Sukabumi, melakukan gerakan aksi menutup paksa kegiatan tempat Pemandian Air Panas tersebut," tandas Ustad Ece. Pewarta : A hilal & Asep R GTN
Sebelumnya
Polsek Luwuk Razia Prokes dan Barang-Barang Terlarang di Tempat...
Selanjutnya
E-Warung Abdul Arya Desa Waru Kecamatan Parung Salurkan Sembako Bantuan Pangan Non Tunai Mandiri...

Berita Terkait :