Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Pendidikan - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Hampir Terjadi Insiden Merasuk Masuk Kantor Pemda, Warnai Hakordia 912

by Gardatipikornews
09 Desember 2021 - 555 Views

SUKABUMI, GARDATIPIKORNEWS.COM


- Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang mengusung tema umum satu padu membangun budaya anti korupsi di Kabupaten Sukabumi sebagai daerah terluas se-Jawa dan Bali oleh koalisi 16 Ormas dan LSM diwarnai aksi dorong-mendorong untuk merasuk masuk ke kantor Pemda Sukabumi, aksi itu dipicu tuntutan kepada Bupati Sukabumi untuk menemui massa demonstrasi, Rabu (08/12/2021). Dibawah komando Aksi 912 Hakim Adonara, massa aksi 16 Ormas-LSM menuntut Bupati untuk keluar dari kantor Pemda menemui massanya, mereka membawa 7 (tujuh) point tuntutan kepada Pemerintah Daerah, diantaranya menolak pemotongan anggaran dan menuntut peningkatan Dana ADD, menuntut untuk dihentikannya praktek Sub-kontrak proyek pengadaan barang dan jasa, menuntut penguatan pengawasan proyek pembangunan dengan melibatkan APH (Kepolisian dan Kejaksaan, red) untuk memanimalisir terjadinya tindak pidana korupsi, menuntut transparansi LAKIP (Laporan Kinerja Pemerintah) dari setiap OPD kepada publik sukabumi, menuntut pemerintah daerah untuk menyelesaikan Piutang WP dan DBH, menuntut kinerja pemerintah daerah dalam peningkatan PAD termasuk pajak dan retribusi hotel dan restoran sepadan pantai serta travel agen online, serta menuntut perbaikan tata kelola anggaran dan aset daerah. Dalam orasinya, Hakim Adonara menyebutkan, praktek subkon proyek sudah merantai bahkan menjadi budaya kongkalingkong. Selain itu, kinerja jajaran Perumda dan OPD Pemda dituntut untuk meningkatkan PAD Kabupaten Sukabumi termasuk diantaranya membenahi perizinan hotel dan restoran sepadan pantai yang menjadi objek penyerapan PAD," Dalam orasinya yang diikuti yel-yel satu komando oleh 16 Ormas-LSM itu, massa aksi turut menuntut pemerintah daerah untuk menyelesaikan hutang wajib pajak dan DBH yang terhitung sampai dengan tahun 2020 mencapai ratusan miliar. Aksi massa menuntut Bupati Sukabumi untuk menemui koalisi 16 Ormas-LSM, namun Bupati Sukabumi belakangan diketahui tidak berada di Sukabumi. Massa Aksi 912 akhirnya diterima oleh Setda Ade Suryaman untuk menerima pernyataan sikap dan tuntutan para pendemo. untutan kepada Bupati Sukabumi untuk menemui massa sempat diwarnai dengan insiden saling dorong untuk merasuk masuk dalam kantor Pemda Sukabumi sambil meneriakkan kata "keluar". Selang beberapa menit, Setda Ade Suryaman menemui massa dan menerima pernyataan sikap yang disaksikan oleh aparat Polres Sukabumi. Masa aksi 912 pun kembali bergerak menuju kantor DPRD Kabupaten Sukabumi dengan tertib dibawah satu tongkat komando Cepi Kurniawan Reporter palapatv dan kameramen iyan sapta Nurdiansyah mengabarkan. Red.GTN Arus R
Sebelumnya
Kapolri: Buku 'Bhayangkara Sejati Mengabdi tanpa henti' Jadi Renungan Polri untuk Jadi Lebih...
Selanjutnya
Kepala Desa Cibuntu Unang Musyawarah Bersama Tokoh Masyarakat Mencari Solusi Untuk Sawah...

Berita Terkait :