Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Koordinator Lapangan Demo Minta Maaf ke Menag RI atas Kesalahan Informasi dan Fitnah

by Gardatipikornews
27 Maret 2025 - 1026 Views

Jakarta || Gardatipikornews.com

  – Sahril, selaku Koordinator Lapangan aksi demonstrasi terhadap Menteri Agama RI Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, secara terbuka memohon maaf atas kelalaian informasi dan fitnah yang dilakukan saat unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI beberapa waktu lalu. Permintaan maaf tersebut disampaikan pada Kamis (27/3) melalui pernyataan resmi. Dalam permohonan maafnya, Sahril mengakui adanya kesalahan dalam penyampaian informasi selama aksi berlangsung. Ia menyatakan penyesalan mendalam atas dampak yang timbul akibat hal tersebut. "Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Agama dan seluruh pihak yang terdampak atas kelalaian dan kesalahan informasi yang kami sampaikan," ujarnya. Tak lupa, Sahril juga mengucapkan terima kasih kepada Menag Nasaruddin Umar atas kebesaran hati yang diberikan dengan memaafkan kesalahan mereka. "Kami sangat menghargai sikap lapang dada Bapak Menteri. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi," tambahnya. Menanggapi hal ini, pihak Kemenag RI menyambut baik permintaan maaf tersebut dan berharap ke depannya komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat berjalan lebih baik demi kemajuan bersama. Aksi demonstrasi sebelumnya digelar oleh sejumlah kelompok yang menuntut penjelasan terkait kebijakan tertentu dari Kemenag. Namun, adanya informasi yang tidak akurat dalam aksi tersebut memicu polemik hingga akhirnya berujung pada permintaan maaf terbuka kali ini. ( @PPRI. Red@ksi.gtn.com  )
Sebelumnya
Diantara 12 Sekolah Dasar Yang Ada di Kecamatan Bojonggenteng Diduga Ada Yang Tidak Merealisasikan...
Selanjutnya
Polda NTB Gelar Cek Kesehatan untuk Personel Operasi Ketupat Rinjani...

Berita Terkait :