Bogor || Gardatipikornews.com -- Bertempat di Sekretariat PPBNI SATRIA BANTEN Dpac Parung Jalan. KH. Ahmad Mansur No. 52 Rt.04/Rw. 04 Parung Bogor, pada hari Sabtu 12 September 2026, Pukul. 20.00 digelar rapat Pra Musyawarah Anak Cabang (Pra Musancab) yang dihadiri pengurus Dpac Parung dan pengurus/anggota Dprt, dihadiri pengurus Dpc Kab. Bogor: Waka Sofyan (Burik), Sufyan Hadi (Kabid OKK) dan Pembina Abah Agustion.
Rapat Pra Musanccab malam ini membahas diantaranya perihal kta yang sudah habis masa berlaku. Anggota yang bisa menjaga marwah Ppbni Satria Banten Parung Bersatu, seperti yang diungkapkan Humas Andika dihadapan peserta rapat.
Ketua Demisioner Ppbni Satria Banten Dpac Parung Bersatu Beny Nirwana dengan tegas mengingatkan anggota yang memiliki kta jangan hanya untuk urusan pribadi saja. Ia pun sangat membanggakan Ketua Dpc Kab. Bogor Muhammad Mulyadi yang tegas dan gercep.
Sofyan (Waka Burik) saat memberi masukan kepada seluruh pengurus dan anggota menyangkut kendaraan bermotor yang harus berstiker ormas Ppbni Satria Banten.

Ketika awak GTN menemui Ketua Demisioner Dpac. Parung Bersatu PPBNI SATRIA BANTEN mewawancarainya beberapa menit, Beny Nirwana menuturkan singkat: "Saya selaku Ketua Pac demisioner Ppbni Satria Banten Parung Bersatu menyampaikan bahwa organisasi yang sudah kita bangun dan jalankan selama ini harus terus menjadi organisasi yang sehat, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, dalam proses pemilihan Ketua PAC yang baru, saya membuka seluas-luasnya kesempatan kepada seluruh pengurus dan anggota yang memiliki keinginan, kemampuan, serta komitmen untuk mencalonkan diri sebagai Ketua PAC Partai Demokrat pada masa kepengurusan yang baru.
Nantinya, proses pemilihan akan kita laksanakan melalui musyawarah dan/atau voting sesuai dengan mekanisme yang telah disepakati bersama. Yang terpenting, proses ini harus berjalan secara demokratis, tertib, dan penuh rasa persaudaraan.
Bagi saya, adanya kader atau pengurus yang berani mencalonkan diri merupakan bukti bahwa organisasi kita sehat. Pergantian kepemimpinan bukan berarti perpecahan, tetapi merupakan bagian dari perjalanan organisasi untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik.
Saya berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua PAC dapat melanjutkan perjuangan dan membangun organisasi ini bersama-sama. Mari kita jadikan pergantian kepengurusan ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, membangun keluarga besar organisasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Saya juga berharap kepada seluruh pengurus dan anggota agar tetap menjaga persatuan dan kekompakan. Siapa pun yang terpilih nanti adalah bagian dari keluarga besar kita, dan kita semua tetap memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan organisasi serta menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga proses pemilihan Ketua PAC ini berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi kita menjadi semakin solid dan maju."
Penulis: Agustion Kaperwil Jabar