Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Berita - Berita - GTN Keagamaan - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pendidikan - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Kesehatan - GTN Sosial - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Warga Klaim Dianiaya Hingga Pingsan, Kades Mekartanjung Curugkrmbar Dilaporkan Ke Polisi

by Gardatipikornews.com
23 Agustus 2026 - 20 Views

Sukabumi || Gardatipikornews.com --  Persoalan yang melibatkan Kepala Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi berinisial ES, berujung pada laporan ke kepolisian.

Seorang warga bernama Nanang melaporkan ES ke Polres Sukabumi atas dugaan penganiayaan yang terjadi di Kampung Cipeteuy, Desa Mekartanjung, Jumat (21/8/2026).

Nanang disebut mengalami sejumlah luka, terutama pada bagian kepala dan tangan. Pihak keluarga bahkan menyebut korban sempat kehilangan kesadaran setelah peristiwa tersebut.

Kakak korban, Roni Permana, mengatakan Nanang awalnya datang ke Kampung Cipeteuy untuk bertemu seorang temannya. Ia mengaku tidak mengetahui adanya persoalan antara adiknya dengan ES sebelum kejadian.

"Adik saya itu main ke rumah temannya, tidak ada persoalan apa-apa. Begitu datang, tiba-tiba langsung dihantam oleh kepala desa. Setelah salaman langsung dipukul," ujar Roni saat ditemui di Mapolres Sukabumi, Jumat malam.

Menurut Roni, kekerasan yang dialami adiknya cukup serius. Ia menyebut kepala Nanang diduga dibenturkan ke tiang warung sebelum korban dilempari batu.

"Kepalanya dihantamkan ke tiang warung dan dilempar batu sampai sempat pingsan di dalam mobil," ungkapnya.

Keluarga Nanang membantah adanya persoalan pribadi yang sebelumnya terjadi antara korban dengan ES. Nanang diketahui merupakan warga Desa Sukaharja, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Cianjur, yang wilayahnya berbatasan dengan lokasi kejadian.

Roni berharap laporan tersebut ditangani secara profesional dan transparan. Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengevaluasi ES sebagai kepala desa.

"Sosok pemimpin seharusnya mengayomi masyarakat, bukan malah melakukan kekerasan," tegas Roni.

Pendamping Nanang dari LKBHMI Cabang Sukabumi, Cesar Al-Munir, menyampaikan bahwa dugaan penganiayaan tersebut diduga memiliki kaitan dengan persoalan yang terjadi beberapa hari sebelum kejadian.

Cesar menjelaskan, persoalan awal disebut bermula dari gangguan teknis lampu sepeda motor milik Nanang. Lampu yang mengalami korsleting itu disebut sempat mengarah ke wajah ES ketika kondisi sedang hujan rintik-rintik.

"Persoalannya sangat sepele. Beberapa hari lalu saat hujan rintik-rintik, lampu motor korban yang bermasalah teknis atau korslet kedap-kedip dan menyorot muka kepala desa," ujar Cesar.

Nanang, lanjut Cesar, memilih menghindari persoalan tersebut. Namun, saat keduanya kembali bertemu pada Jumat (21/8/2026), situasi justru berujung pada dugaan kekerasan.

LKBHMI Cabang Sukabumi menyatakan akan mendampingi Nanang dalam proses hukum serta mengawal perkara tersebut hingga selesai. "Kami akan kawal sampai selesai," tegasnya.

Sementara itu, ES membenarkan dirinya melakukan pemukulan terhadap Nanang. Namun, ia membantah jika kejadian tersebut merupakan pengeroyokan atau melibatkan orang lain.

ES mengatakan tindakan tersebut dilakukan secara spontan ketika dirinya bertemu dengan Nanang.

"Secara spontan kami bertemu dengan orang itu. Ditanyain, Nama kamu tuh ini? Dia menjawab, Iya. Spontan itu dipukul, secara refleks saya langsung ada tindakan seperti itu," kata ES.

ES juga menyebut persoalan tersebut tidak muncul begitu saja. Ia mengaitkannya dengan persoalan pembongkaran bak sampah serta sejumlah unggahan di media sosial yang menurutnya berisi penghinaan dan ancaman terhadap dirinya.

"Awalnya dari kejadian bak sampah itu, ada pembongkaran. Kemudian tiba-tiba muncul dari medsos banyak penghinaan-penghinaan. Kami tidak pernah membalas. Itu langsung ditujukan ke pribadi abdi," ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada orang lain yang turut melakukan pemukulan terhadap Nanang. "Itu juga bukan pengeroyokan karena tidak ada orang lain yang ikut serta. Sendiri, betul," tegasnya.

ES mengaku memiliki sejumlah tangkapan layar yang menurutnya berkaitan dengan dugaan ancaman terhadap dirinya. Bukti tersebut rencananya akan diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari proses hukum.

"Kita ikuti saja langkah mereka. Bukti ancaman dan fotonya ada, nanti disiapkan," pungkasnya.

Jurnalis : @MardiGTN.com

Sebelumnya
Ketua Pac PDIP Gelar Jalan Santai Dihadiri Kepala Desa Cogreg Mad Yusuf Supriatna Dan Babinsa Serka...

Berita Terkait :