Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Pendidikan - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Akselerasi Pemprov NTB: Reformasi Birokrasi, Capaian Kesehatan 12,88% Stunting, Dan Kesiagaan Bencana Di Pertengahan Mei 2026.

by Gardatipikornews.com
13 Mei 2026 - 478 Views

NTB || Gardatipikornews.com --  13/05/2026. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bergerak cepat merealisasikan program strategis triwulan kedua tahun 2026. Fokus utama hari ini tertuju pada perombakan struktur birokrasi, capaian masif sektor kesehatan masyarakat, penguatan kerja sama regional, hingga kesiapsiagaan menghadapi transisi cuaca ekstrem.

1. Dorong Birokrasi Lincah, Sekda NTB Lantik 35 Pejabat Fungsional.

Bertempat di Gedung Sangkareang, Mataram, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, Ak., mewakili Gubernur Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, resmi melantik 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) ke dalam Jabatan Fungsional.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi birokrasi modern. Pemprov NTB berkomitmen menciptakan iklim kerja yang lebih adaptif, lincah, fleksibel, dan berbasis pada hasil kerja nyata. Pengalihan ini diharapkan mampu memangkas jalur birokrasi yang panjang agar pelayanan publik berjalan lebih responsif.

2. Sektor Kesehatan: Prevalensi Stunting Tekan hingga 12,88%, Antisipasi Hantavirus Diperketat.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB hari ini resmi merilis capaian gemilang intervensi stunting. Prevalensi stunting di NTB berhasil ditekan secara drastis hingga menyentuh angka 12,88%, melampaui target nasional sebesar 17,5%. Keberhasilan ini ditopang oleh efektivitas program [Desa Berdaya] serta masifnya jangkauan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tingkat posyandu keluarga.

Guna memperkuat ketahanan gizi jangka panjang, Gubernur NTB juga melantik kepengurusan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) NTB periode 2026–2031 untuk menginisiasi riset menu sehat berbasis lokal.

Di sisi lain, respons cepat dilakukan dalam penanggulangan penyakit menular. Pemprov NTB menerapkan status waspada terukur terhadap potensi penyebaran Hantavirus di pintu masuk udara dan laut. RSUD Provinsi NTB saat ini telah menyiagakan lebih dari 10 ruang isolasi khusus sebagai langkah mitigasi awal.

3. Penguatan Kawasan Bali-Nusra dan Digitalisasi Kebudayaan.

Pada sektor kerja sama regional, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menyuarakan kepentingan daerah dalam Forum Mitra Praja Utama di Semarang. Pemprov NTB berkomitmen memperkuat aliansi strategis kawasan Bali–Nusa Tenggara (Bali–Nusra) untuk menjaga ketahanan pangan dan mempercepat pemanfaatan energi terbarukan.

Paralel dengan hal tersebut, Dinas Kebudayaan NTB tengah merampungkan fondasi peta kebudayaan digital yang diinisiasi dari Pulau Lombok. Program ini bertujuan memetakan aset tradisi lokal ke dalam platform global guna mendukung pariwisata berkelanjutan.

4. Jaminan Stabilitas Pangan dan Sanitasi Kawasan Transmigrasi.

Menjelang Hari Raya Idul adha, Tim PPDN Dinas Perdagangan NTB mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok harian untuk memastikan pasokan di pasar tradisional tetap aman dan inflasi daerah terkendali. Sementara itu, pemenuhan hak sosial dasar ditunjukkan oleh Disnakertrans NTB melalui penuntasan fasilitasi sarana sanitasi sektor pendidikan di kawasan transmigrasi Labangka.

5. BPBD Imbau Kewaspadaan Masa Transisi Cuaca.

Menutup agenda kedinasan, BPBD Provinsi NTB secara resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca Dasarian II Mei 2026. Memasuki masa transisi menuju musim kemarau, masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi hujan lebat mendadak yang disertai angin kencang, banjir kilat, serta tanah longsor di kawasan rawan bencana.

Jurnalis : **GTN.lasmana ( Kaperwil **

Biro Adpim_ Diskominfotik NTB

Sebelumnya
Polsek Narmada : Fasilitasi Perdamaian Sengketa...
Selanjutnya
Buka O2SN Dan FLS3N SD Padang Pariaman 2026, Rudi Rahmat: "Cetak Generasi Berprestasi Dan...

Berita Terkait :