Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Aktifitas Gunung Gede Pasca Gempa Cianjur

by Gardatipikornews
28 November 2022 - 156 Views
Sukabumi Jawa Barat | Gardatipikornews.com - Gunungapi Gede secara administratif terletak dalam tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis Gunungapi Gede berada pada posisi -6.78 LU dan 106.98 BT dengan tinggi puncaknya 2211 mdpl. Gunungapi Gede dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Erupsi terakhir Gunungapi Gede terjadi pada tahun 1957 dengan karakteristik berupa letusan eksplosif berupa letusan abu tebal berwarna kelabu hingga hitam, dengan tinggi kolom letusan mencapai 3 km di atas puncak. Tingkat aktivitas Gunungapi Gede pada saat ini adalah Level I (Normal). Perkembangan terakhir aktivitas Gunungapi Gede setelah terjadinya Gempa Cianjur sejak tanggal 21 November 2022 hingga tanggal 27 November 2022 pukul 12.00 WIB adalah sebagai berikut: 1) Tidak terjadi peningkatan jumlah gempa vulkanik sejak terjadinya Gempa Cianjur tanggal 21 November 2022 hingga tanggal 27 November 2022 pukul 12.00 WIB. Gempa Vulkanik Dalam hanya terekam sebanyak 2 kali dengan amplitude 21- 45 mm dan lama gempa 5-8 detik. 2) Terjadi peningkatan Gempa Tektonik lokal hingga mencapai 1031 kali dengan amplitude 4-50 mm dan lama gempa 10 – 86 detik. Gempa Terasa terjadi sebanyak 13 kali dengan intensitas skala II hingga IV MMI. 3) Aktivitas kawah umumnya berupa hembusan asap putih tipis dengan tinggi 10 meter di atas puncak. Pemantauan deformasi dengan menggunakan tiltmeter menunjukkan adanya inflasi (peningkatan tekanan) yang disebabkan oleh peningkatan Gempa Vulkanik Dalam pada tanggal 24 September 2022 namun peningkatan kegempaan ini bersifat tidak menerus. Kondisi ini terus dipantau secara intensif dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede. 4) Potensi bahaya saat ini adalah terjadinya erupsi freatik yang dapat terjadi tanpa adanya peningkatan kegempaan yang signifikan. Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 27 November 2022 pukul 12.00 WIB, tingkat aktivitas Gunungapi Gede masih tetap pada Level I (Normal) dengan rekomendasi Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan turun ke dasar kawah dan tidak boleh mendekati kawah pada saat mendung maupun hujan. Sumber data: Kementerian Energi dan Sumber : Daya Mineral Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (

Pewarta : Mardi GTN


)
Sebelumnya
Bhabinkamtibmas Polsek sungsang Melaksanakan Giat Silaturahmi Ke Tokoh...
Selanjutnya
Hermawan Bakal calon DPRD Perkuat Konsilidasi Team...

Berita Terkait :