Klungkung , Bali || Gardatipikornews.com -- Ketua DPC ARUN Klungkung I Wayan Widiasa geram atas keputusan Gubernur Bali Wayan Koster yang membuat keputusan pembongkaran Lift Kaca di Pantai Kelingking Nusa Penida. Padahal rekomendasi Izin UKL UPL dari Pemerintah Klungkung dan pembayaran investor ke Kas Pemkab Klungkung sudah dilakukan.
Nusa Penida sebagai destinasi harus berkembang membangun fasilitas ke wisatawan khususnya para wisatawan lansia dan disabilitas agar bisa turun menikmati keindahaan pasir Pantai Kelingking Nusa Penida Klungkung. Coba saja lihat Pantai Melasti Ungasan Kabupaten Badung sebelum tebing kapurnya di belah untuk jalan, tidak banyak yang bisa menikmati keindahan pasir nya. Begitu di potong bukit kapurnya buat jalan turun ke pasir putihnya, investor banyak menanamkan modal membuka lapangan kerja, padahal perijinan juga belum lengkap dan indikasi melanggar aturan sempadan pantai. Dari Pantai Melasti Ungasan Kuta Selatan dapat menambah pajak untuk PAD Kab Badung, yang saat ini bisa buat Dana Hibah beli seragam PKK dan uang hari raya buat menanggulangi inflasi.
Jika pembangun Lift Pantai Kelingking melanggar harus di bongkar, mengapa Lift Ayana Hotel termasuk Rock Bar di atas batu karang tidak di bongkar oleh Gubernur Wayan Koster. Kita hidup dalam Hukum NKRI dan Perda Bali mestinya mendapat perlakuan sama. Jangan sentimen dengan Kabupaten Klungkung, masyarakat Klungkung juga berhak hidup sejahtera dari dollar pariwisata. Investor asing dapat mempromosikan Pantai Kelingking Nusa Penida di Negara nya, seperti Hotel Bintang 5 di Bukit Kuta Selatan; tegas I Wayan Widiasa.
Bupati Klungkung sebelum bicara bongkar mendukung Gubernur Bali, mestinya baca dulu UKL UPL yang sudah terbit oleh Dinas dengan para tim ahlinya dan dana investor yang sudah masuk ke Kas Daerah dipertanggungjawabkan. Jangan menjilat ludah sendiri, akan merusak citra kepastian hukun investasi pariwisata di Klungkung; tutup I Wayan Widiasa Ketua DPC ARUN (Advokasi Rakyat Untuk Nusantara) Klungkung.
( @Perwakilan Red@ksi.gtn.com Bali "