Bangka | Gardatipikornews.com - Berawal awak media ini mendatangi pak Kadus tanjung batu dikediaman nya tetapi pak Kadus tidak ada dikediaman rumah nya namun awak media ini pun pergi untuk memasuki dikawasan pertambangan yang diduga illegal tersebut sekitar pukul 19 : 20 pada Jumat malam tanggal 12/05/2023
Setelah awak media mendatangi kelokasi pertambang diduga illegal tersebut lalu awak media ini mengunjungi kolector timah yang tidak Mengantongi izin resmi dilokasi tambang illegal ini Namun kolector timah itu mengizin kan kedatangan awak media tersebut setelah ada perbincangan dan saling mengenal awak media ini pun menyebutkan nama dan identitas nya memperkenalkan nama saya Abdul Rais dari media porosindonesi.com dan rekan saya juga bernama Agus hari yadi dari media gardatipikornews.com dan yang satu nya lagi bernama M. Yunus dari media praburraya.com kami sebagai jurnalis berkunjung disini pak, apakah diperboleh ,
Lalu kolecktor timah ini menerima kunjungan jurnalis ini setelah itu datangan seseorang yang mengaku penjaga ponton dan berbincang lah kepada awak media yang bernama Abdul Rais tiba tiba penjaga ponton pun mengeluarkan nada keras kepada awak media ini menuduh awak media ini yang berbicara keras terdengar lah tiga orang yang berada dilokasi menyakan mau kalian datang ketambang ini dengan nada lantang dan keras Lalu awak media menjawab hanya berkunju saja bang
Lalu tiba tiba pekerja atau pun penjaga ponton menyerang tiga awak media tersebut.

Satu awak media dikeroyokan oleh pekerja atau penjaga ponton ditanjung batu dan yang kedua rekan awak media pun sama di keroyok juga oleh pekerja atau penjaga ponton tersebut dan salah satu awak media dihantam ke telinga awak media itu pun sampai robek dalam dan lalu awak media ini di usir dan di ancam kalau orang media salah sasaran datangan kepertambangan dari area keributan terjadi dan lalu kolektor timah tersebut mengusir tiga awak media dari lokasi pertambangan tersebut.
Setelah tiga awak media ini pun langsung keluar dari lokasi pertambang tersebut dan lalu awak media melaporkan kepolsek Belinyu untuk menindak lanjuti pengeroyokan tiga awak media ini dan awak media pun langsung visum ke puskesmas Belinyu untuk melakukan pengecekan luka yang di hantam pekerja atau penjaga ponton tersebut.

Dan keesokan hari nya awak media ini melaporkan kejadian pemukulan atau pengeroyokan semalam kepada Polsek belinyu hingga sampai selesai pelaporan tersebut.
Harapan awak media ini kepada pihak APH ( aparat penegak hukum ) yang diwilayah Bangka induk untuk menemukan pelaku pengeroyokan tiga jurnalis tersebut, sampai berita ini ditayangkan kami dari seluruh jurnalis akan mengiringi khasus ini tersebut hingga selesai.
"Tambahan Saya Sebagai Pimpinan Redaksi Media Gardatipikornews.com Mengutuk keras dengan adanya rekan Jurnalis kami di Keroyok, Apa salah nya sebagai sosial kontrol ini bebas berkarya dan mengungkap semua kasus, Jangan halangi para jurnalis untuk mengungkap kebenaran di bumi partisi ini.
#SalamsatuPena #Kamidisinipunyatulisan #satutulisanbisamenembusbeberapakepala
" Hidup Para pejuang berita "
Pewarta : aryan /tem
Sebelumnya
Halbil 1444 H, ketum AIPBR,Publisistik Adalah Kekuatan Yang Tak Ternilai Harganya Di NKRI Bahkan...
Selanjutnya
Pimpinan Redaksi Media Gardatipikornews.com Mengutuk Keras Atas Tindakan Pengeroyokan Terhadap...