" Aspirasi yang di serap dari masyarkat, seperti tadi yang di sampaikan masalah pendidikan, kesehatan, biaya operasional ambulan juga dari kelompok tani, mengatakan bahwasanya masih ada keluhan - keluhan mereka yang harus sikapi bersama, harus kita bantu gimana cari solusinya, Seperti biaya operasional mobil ambulan masih sangat minim, ini sebenarnya bukan hanya di desa pasawahan saja, tapi hampir seluruh desa yang berada di kabupaten Purwakarta ini mengeluh tentang kurangnya untuk biaya operasional ambulan yang berada di desa.
Sementara pemerintah menganggarkan hanya dari DBHP dengan nilai RP 10 000 000,- (sepuluh juta rupiah), Rp 2 000 000,- ( dua juta rupiah) untuk driver sisanya di pergunakan buat apa saja, ini memang kita bisa melihat bahwasanya dana operasional tersebut sangat minim dan perlu biaya tambahan, Ketika kita menerima aspirasi seperti ini, tentunya kita harus sampaikan kepemerintah daerah dan harus di sikapi untuk bisa memberikan solusinya," paparnya.
Di singgung masalah menyikapi keluhan masyarakat seperti apa, Said juga menjawab, "yaitu terkait tadi masalah ambulan dengan bahan bakarnya ini juga saya belum tahu ini bagaimana permasalahanya, tapi insya Alloh Minggu waktu dekat ini saya akan mencari informasinya, apakah ini prosesnya seperti apa, tapi yang jelas kita tidak mau ada masyarakat yang kita tuh diam saja,.
Aspirasi ini yang sudah di catat oleh pendamping saya, akan jadikan rujukan dan bahan saya, ketika rapat nanti saya sampaikan ke seketariat dan itu nanti akan diakomodir di jadikan salah satu usulan pertemuan dengan pemerintah daerah".pungkasnya.
Pewarta : ( Tole dan tim )
Redaktur : Azis