Bogor || Gardatipikornews.com
- Rembuk stunting Desa merupakan rangkaian pertemuan yang dilakukan pemdes-pemdes dalam rangka membahas hasil perumusan kegiatan melalui diskusi terarah untuk membuat membahas dan menetapkan komitmen pemdes dalam menetapkan program atau kegiatan pencegahan dan penanganan konvergensi stunting desa. Untuk itu pada hari ini, Selasa 8 Oktober 2024 Pemerintah Desa Cihowe Kecamatan Ciseeng menggelar kegiatan rapat Rembuk Stunting, dalam rangka percepatan penurunan stunting.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor desa dihadiri Kepala Desa Wahyudin, Ketua TP. PKK Desa Cihowe Awinah, Sekdes Randi Al Hadi, Kasi Keuangan Rahayu, Karsiah Edi Bohar serta aparatur desa lainnya.
Kepala Desa Cihowe dan isteri yang sebagai Ketua TP. PKK menyambut kehadiran Plt. Camat Ciseeng Didin Wahidin, Sekcam Ahmad Rosyadi S.Ag, Kasi Penkes Ade Kurniawan S.Km, Sakur, Bidan Fredita R Hp Amd dan perwakilan Puskesmas Ciseeng Risman Ginting.
Penata acara Dedi Herianto memberi kesempatan pertama kepada Ketua TP. PKK Awinah untuk membuka kegiatan Rembuk Stunting, isteri Kepala Desa Wahyudin berterimakasih atas kehadiran Plt Camat Ciseeng yang pertama di Desa Cihowe. Rekan-rekam kader posyandu dari Pokja 1 sampai Pokja 4. Ia memberi semangat dengan harapan program Rembuk Stunting membawa hasil untuk kemaslahatan warga Desa Cihowe.
Dan Plt. Camat Ciseeng Didin Wahidin, memulai dengan memperkenalkan diri kepada para ibu kader posyandu. Didin Wahyudin juga menyinggung mengenai Tahun 2045 sebagai tahun Indonesia Emas. Salah satu program menjelang Indonesia Emas adalah Program Stunting. Alhamdulillah Desa Cihowe sudah 0 (zero) stunting.
Sekcam Ahmad Rosyadi yang juga hadir mendampingi Plt. Camat menyatakan bangga dengan para kader posyandu yang luar biasa mendukung kegiatan percepatan pencegahan stunting.
Risman Ginting akhli gizi dari Puskesmas Ciseeng menjelaskan kepada ibu-ibu kader posyandu perihal percepatan penurunan stunting dan membahas 10 arahan Kemendagri untuk mendukung intervensi serentak pencegahan stunting.
Dipenghujung rapat Rembug Stunting, Bidan Desa Fredita R Hp Amd mengenai status gizi.
Tutur Fredita, Survey Status Gizi Indonesia ( SSGI ) Tahun 2024 dilaksanakan untuk mengetahui status gizi balita (stunting, wasting, underweight, overweight) dan mengukur indikator intervensi spesifik dan sensitif sesuai dengan Perpres No 72 tahun 2021.
SSGI tahun 2024 bertempat di Desa Cihowe khususnya di Posyandu Anggrek 2. Survey yang dilaksanakan bukan sekedar tugas melainkan tanggung jawab besar yang harus dilakukan untuk masa depan bangsa.
Informasi yang diperoleh, dari mengolah data yang akurat akan sangat membantu untuk membuat rencana dan tujuan jangka panjang, pungkas Bidan Fredita R Hp Amd.
Pewarta: Wahyudin/Aria/Agustion