Lombok -NTB || Gardatipikornews.com -- Kepedulian terhadap lingkungan kembali digaungkan oleh generasi muda. SMA Negeri 2 Labuapi Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sukses menggelar kegiatan Aksi Bersih/Clean Up lingkungan yang mendapat perhatian masyarakat luas dan pemerintah setempat. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di Desa Banyu Mulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat diikuti sekitar 50 orang Siswa/i, Bapak/Ibu Guru, Staff TU, perwakilan masyarakat setempat, beserta Mahasiswa PPL dari Universitas Mataram dan Undikma. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul.08.30 Wita-Selesai. Pada Hari Rabu, 11/6/2025.
Kegiatan Aksi Bersih ini mengusung tema "Ending Plastic Pollution"/"Hentikan Polusi Plastik". Para peserta aksi bersih melakukan pembersihan di lingkungan sekolah, perkantoran dan sekitarnya, termasuk saluran air, area taman dan jalan raya. Selain itu juga memisahkan mana yang bisa di daur ulang dan mana yang tidak bisa didaur ulang limbah tersebut.

Menindak lanjuti surat Cabang Dinas Dikbud Lombok Barat dan Kota Mataram, nomor: 005/278/CD-LBM/2025, tanggal,3 juni 2025, Perihal Pengerahan Guru, Pegawai, dan Siswa/Siswi.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kantor Desa Banyu Mulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat-NTB. Yang turut hadir dan memberikan edukasi singkat tentang pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan hidup.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif SMA Negeri 2 Labuapi. Kegiatan semacam ini seharusnya menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Lombok Barat. "Ujar Perwakilan dari Kantor Desa Banyu Mulek".

Kepala SMA Negeri 2 Labuapi, H. Azis Mutrady,. M.Pd, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme seluruh warga sekolah. " Aksi ini bukan sekedar kegiatan seremonial, tetapi bentuk komitmen kami untuk menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran nilai-nilai cinta lingkungan. Kami ingin siswa/i tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial, "ujarnya.
Antusiasme siswa/i tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Selain membersihkan lingkungan, mereka juga membantu masyarakat setempat terutama ibu-ibu lansia yang terlibat aktif membersihkan lingkungan.
"Melihat nenek-nenek masih semangat ikut bersih-bersih, kami jadi tergerak untuk membantu mereka. Ini bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tapi juga belajar menghargai dan peduli terhadap orang tua," kata Desi, salah satu siswi kelas X.A.
Sikap saling bantu ini menjadi pemandangan yang mengharukan. Para siswa dengan penuh hormat memegangi kantong sampah, mengangkat alat kebersihan, hingga menawarkan air minum kepada para ibu lansia yang terlihat lelah.
Momen tersebut memperlihatkan bahwa nilai-nilai gotong-royong, kepedulian, dan empati masih tumbuh subur di kalangan generasi muda. Mereka tak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga mempererat hubungan antar generasi dalam satu aksi nyata : peduli terhadap sesama dan terhadap bumi.
Koordinator kegiatan, Ibu. Rika Widyasari, S.Pd., juga sebagai wakil kepala sekolah bagian kesiswaan mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas suksesnya pelaksanaan aksi bersih yang melibatkan seluruh elemen sekolah serta masyarakat setempat.
"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap lingkungan, sekaligus sebagai ajang pendidikan karakter bagi siswa, agar mereka tumbuh dengan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi dan kami juga menitip pesan kepada masyarakat agar lebih peduli lagi dengan sampah yang ada di sekitar lingkungan masing-masing," Tutup Rika.
Ketua BPBD. Desa Banyu Mulek, Bapak. Sarbini Azhari, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan aksi bersih yang dilaksanakan oleh siswa-siswi, guru, pegawai staff TU SMA Negeri 2 Labuapi beserta Mahasiswa PPL dari Universitas Mataram dan Undikma. Menurutnya, aksi ini nyata ini merupakan bentuk kontribusi positif dari kalangan pelajar terhadap upaya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, aksi bersih ini memiliki dampak langsung dalam mengurangi potensi bencana lingkungan, seperti banjir akibat tersumbatnya saluran air. Apalagi yang melakukan adalah generasi muda, ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga alam sudah mulai tertanam sejak dini," tuturnya.
Kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Lombok Barat-NTB, khususnya di sekitar Desa Banyu Mulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat-NTB.
"Kami dari BPBD siap mendukung kegiatan positif seperti ini. Sampah kiriman ada di hilir, Desa banyu mulek ada di ujung barat. Sampah-sampah ini mulai dari montong are, Kediri, gelogor, rumah, lelede, menumpuk di saluran subak suka dane desa banyu mulek. Sementara lahan pertanian sudah alih fungsi dan telah habis di bebaskan oleh parindo sehingga air ini sudah tidak digunakan. Saluran kecil dan mampet di gorong-gorong mulai dari SMP, SD, Kantor Desa hingga ke kampung-kampung. Pemerintah Desa Tahun.2025 telah menyiapkan anggaran kebencanaan serta sudah menyiapkan armada 5 unit tosa untuk sampah rumah tangga," ungkapnya
Sampah kiriman ini rutin setiap tahun dan tiap tahun hujan menimbulkan banjir, pada Tahun.2024. Banjir dengan ketinggian 1,5 Meter menyebabkan jebolnya tanggul kali babak. Dampak air banjir tersebut sangat mengganggu kesehatan masyarakat, air bersih karena masyarakat masih menggunakan air sumur," tutup Sarbini Azhari.
Pewarta : Akub.gtn.com