Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Demokrat Usul Penonaktifan Kapolri, Ferdinand Hutahaean : "Usul Ngawur"

by Gardatipikornews
22 Agustus 2022 - 42 Views
Jakarta | Gardatipikornews.com - Politisi Partai Demokrat Beny K Harman yang juga Anggota DPR Komisi III menyampaikan usulan penonaktifan Kapolri Jend Listyo Sigit pada saat Rapat Dengar Pendapat dengan Menkopolhukam Mahfud MD dan juga Kompolnas terkait tewasnya Brigadir J yang diduga dihabisi oleh atasannya Irjen Ferdi Sambo bersama beberapa ajudannya yang lain. Alasan Beny K Harman mengusulkan penonaktifan Kapolri karena menurutnya Polri membohongi Publik memberikan keterangan terkait tewasnya Brigadir J. Hal ini kemudian mendapat tanggapan dari mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang saat ini memimpin Indonesia Police Monitoring sebagai Direktur Eksekutif. Ferdinand Hutahaean mantan juru bicara Partai Demokrat ini menyatakan bahwa apa yang disampaikan Beny K Harman berlebihan dan ngawur. "Usulan apa itu? Bilang sama Beny K Harman jangan ngawur dia sebagai Anggota DPR. Jangan seenaknya bicara begitulah. Polri sebagai lembaga tidak pernah berbohong, yang berbohong adalah oknum-oknum. Jangan di generalisir jadi seolah institusi yang berbohong hingga mengusulkan Kapolri Non Aktif. Benar-benar ngawur itu Beny K Harman" ujar Ferdinand kepada awal media. Selain menyebut Beny K Harman ngawur, Ferdinand Hutahaean juga menyatakan bahwa Kapolri Jend Listyo Sigit telah menunjukkan kepemimpinannya dengan membongkar peristiwa tewasnya Brigadir J. Sekitar 83 orang Anggota Polri telah diperiksa, ada yang ditempatkan ditempat khusus, ada yang sudah jadi tersangka dan yang lain masih dalam proses. "Apakah ini tidak dilihat Beny K Harman sebagai kinerja keras Kapolri bersama jajarannya? Masa Beny ngga melihat fakta-fakta seperti ini?" Ujar Ferdinand menambah pernyataannya. Ferdinand juga bicara terkait kasus pemukulan pegawai restoran yang pernah viral di media sosial yang diduga dilakukan oleh Beny K Harman. "Itu kasus sudah seperti apa sekarang? Sudah berdamai? Selesai atau bagaimana? Mungkin Bemy K Harman yamg harus non aktif kalau kasus tersebut belum selesai" ujar Ferdinand. Selain itu Ferdinand Hutahaean juga mengajak seluruh masyarakat memepercayai Polri terkait pengunkapan tewasnya Brigadir J. "Kita harus percaya dan mendukung Polri dalam pengungkapan kasus ini. Kita harus percaya bahwa Kapolri akan mampu mebongkar kasus ini hingga tuntas" ujar Ferdinand menutup pernyataannya.   Reporter : Baron
Sebelumnya
Kontingen Kodim 0410/KBL ikuti turnamen seleksi Liga Santri Piala KASAD di tingkat Provinsi...
Selanjutnya
Warga bantar kambing turut meriahkan dirgahayu republik Indonesia yang ke...

Berita Terkait :