Bogor || Gardatipikornews.com -
Jumat, 7 Februari 2025 Pukul. 13.00 Penginapan OTW yang berlokasi di Jalan. Raya Mad Nur Kp. Binong Rt. 005/Rw. 04 Desa Iwul Kecamatan Parung Kab. Bogor di demo ribuan masyarakat wilayah Desa Iwul, Desa Babakan dan Desa Jampang. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tampak lebih dari 142 personil Polri dari Polsek Parung, Polsek Kemang dan Polres Bogor, ditambah dengan personil Koramil 0621-22/Parung yang dipimpin langsung oleh Kapt. Inf. Rahmat Saleh menjaga keamanan dan kondusifitas demo tersebut. Sebelum melaksanakan tugas pengamanan, Kompol Doddy Rosjadi SH MH mengadakan apel pengamanan, untuk memberi masukan kepada seluruh aparat hukum yang akan bertugas.
Demo masyarakat dari ke 3 desa yakni Kec. Parung, Kec. Ciseeng dan Kec. Kemang merupakan upaya untuk menyelamatkan akidah masyarakat, utamanya anak-anak sekolah. Menurut perwakilan dari masyarakat ia memiliki bukti berupa foto-foto.
Keadaan yang cuacanya memang panas ditambah disalah satu pihak mulai emosi, hampir saja keadaan menjadi chaos, namun Kapolsek dapat mengatasinya dengan kata-katanya yang lembut.
Ribuan masyarakat pendemo membuat Jalan. Raya Mad Noer menjadi macet total, untuk itu pihak kepolisian yang mengatur lalu lintas mengupayakan kendaraan memutar balik melalui Jalan Setu Cilala Kahuripan.
Suasana semakin memanas manakala beberapa orator yang di atas mobil berpengeras suara tetap menuntut penutupan Penginapan OTW karena diduga menjadi ajang prostitusi dan perzinahan. Apalagi kelengkapan perizinan belum dipegang pihak manajemen. Warga Desa Iwul tidak ingin wilayahnya menjadi tempat perzinahan.
Masyarakat dengan emosi mulai memuncak melihat kenyataan perwakilan Penginapan OTW tidak ada yang mau keluar, namun mereka yang siap-siap merangsek masuk batal karena salah satu perwakilannya naik ke atas mobil orasi membacakan keputusan pihak manajemen untuk mulai hari ini menutup kegiatan Penginapan OTW selamanya, dan pernyataan tersebut bermaterai. Setelah itu masyarakat pun membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.
Salah seorang ibu-ibu pendemo ditanya oleh awak media Gardatipikornews.com terkait keikutsertaannya, ia menuturkan tidak ingin nantinya anak-anak mereka yang menjadi harapan keluarga, agama dan bangsa terjerumus ke dunia maksiat dan perzinahan.
Pewarta: Agustion/Rozi/Wahyudin/Aria/Sapuani