Purwakarta || Gardatipikornews.com -
Pemerintah Pusat telah menyalurkan dana BOP pendidikan melalui Kemendikbud dari APBN untuk menunjang para pendidikan agar siswa/siswi bisa mengikuti pendidikan yang maksimal Baik dari pendidikan formal atau non formal semuanya mendapatkan BOP (Biaya Operasional Pendidikan) sesuai jumlah siswa siswi di sekolah Akan tetapi bayak yang terjadi di lapangan dana BOP pendidikan justru di jadi ajang manfaat pribadi oleh oknum Ketua PKBM karya bhakti yang tak bertanggung jawab. Seperti yang terjadi di pendidikan nonformal PKBM karya bhakti di ds pasanggrahan Rt 06/03 Desa pasanggrahan Kec, bojong Kab,purwakarta jawabarat , Pasalnya penyaluran Dana BOP diduga tidak sesuai juklak dan juknis yang di tentukan oleh pemerintah, Dari informasi yang kami dapatkan dari warga sekitar ia mengatakan "Untuk Kegiatan Belajar di PKBM karya bhakti hanya tidak lebih dari 20 orang saja yang belajar itu pun kadang-kadang ,berkaitan siswa nya tidak sesuai dengan data yang ada di dapodik " menurut keterangan warga sesudah kita tunjukan jumlah siswa yang terdaftar didapodik Kemudian melihat data di dapodik PKBM karya bhakti , Siswa laki laki berjumlah 128 orang, Sedangkan untuk perempuan berjumlah 97 orang, dengan ke seluruhan totalnya 225 orang, yang terdapat di dapodik, Tentunyah BOP yang di cairkan sangat pantastis besar, hingga mencapai ratusan juta, Diduga dana BOP tersebut masuk kantong pribadi, supriadi Ketua PKBM karya bhakti. Ditempat terpisah kami minta Komentar Kepada Kabid PNF dinas pendidikan purwakarta ia menegaskan" Bahwa pembelajaran itu harus ada Jangan sampai tidak ada, kalau memang tidak ada bagai mana mau IPM di Kabupaten purwakarta bakal meningkat, Jika memang ada seperti itu kami akan segera memanggilnya "tegasnya. ( @Red@ksi.gtn.com )