Gardatipornews.com
- Dengan menamai Aliansi Masyarakat Terzalimi ( Almaster), ribuan wali murid dari berbagai daerah yang berada di babel menggelar aksi demo damai di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di lanjutkan kekantor gubernur untuk menyampaikan aspirasinya terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang tidak merata saat ini. Apri perwakilan Bangka Tengah menyampaikan, saat ini ada 34 anak tidak sekolah, yang disebabkan aturan PPDB tidak merata.
“Kami hadir disini untuk memperjuangkan hak Anak-anak dalam mendapat pendidikan yang layak. Khususnya para pejabat tolong diperhatikan dan jangan hanya duduk saja,” ujar Apri perwakilan masyarakat koba yang melakukan orasi dalam aksi damai tersebut,24/7/2023
Demikian juga Puspasari perwakilan emak" Dari koba mengatakan. Dengan minim Rumbel SMk dan SMA di koba. 34 anak yang belum sekolah, karena bingung mau sekolah di mana. Di kobak hanya ada 1 SMA Negeri dan 2 SMK negeri, tidak ada SMA swasta di koba, hanya ada 2 Pondok Pesantren saja upkapnya
Sementara itu, puluhan Emak-emak turut melakukan aksi damai unjuk rasa dihalaman depan kantor gubernur Babel, untuk menuntut hak Anak-anaknya yang hingga saat ini belum diterima di sekolah negeri yang ada di Koba kabupaten Bangka tengah.
"Hari ini kami rela meninggalkan rumah untuk memperjuangkan hak Anak kami mendapat pendidikan,” tambah Puspasari salah satu perwakilan dari emak-emak.
Ia menuturkan, sangat kecewa dengan sistem PPDB yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Babel, karena sulitnya masyarakat mengakses sistem PPDB tersebut serta keterbatasan jumlah sekolah negeri di Kota Koba yang sangat minim.
kepada pejabat-pejabat khususnya dinas pendidikan Provinsi bangka belitung untuk memahami kesulitan kami, jangan sampai anak kami putus sekolah. Kami sebagai orang tua ,rela melakukan apapun agar anak kami mendapatkan pendidikan,” pungkasnya.
Pewarta : Ishak GTN