Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

*Jadi Narasumber Dalam Diskusi Panel HUT PGRI, Atang Minta PTM Terbatas Dilaksanakan Secara Matang dan Maksimal*

by Gardatipikornews
21 Oktober 2021 - 225 Views

Bogor, Gardatipikornews.com


- Dalam merayakan hari jadi ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menghadiri acara Diskusi Panel, yang digelar di Executive Lounge RSJMM Heritage Golf Field, Kamis (21/10). Acara yang digelar oleh PGRI Kota Bogor ini dibuka oleh Walikota Bima Arya dan mengusung tema 'Pentingnya Pendampingan Psikologis dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Era Normal Baru'. Sebagai narasumber dalam diskusi, Atang mengungkapkan bahwa PTM Terbatas merupakan salah satu hal yang sangat dinantikan oleh siswa-siswi. Karena hampir dua tahun, anak-anak kehilangan momen bercengkerama dengan teman-teman sekolah dan gurunya. Selama itu pula mereka lebih banyak berinteraksi dengan gadget. Sehingga penting untuk menjaga psikologis anak agar bisa menjalani PTM Terbatas secara maksimal. "Kan sudah hampir dua tahun tidak masuk ke sekolah, kemudian mereka merasakan kehilangan ketika tidak bertemu gurunya, teman-temannya. Maka ketika masa itu tiba (PTM Terbatas, red) tentu pelaksanaannya harus maksimal dan matang agar anak-anak terimpresi dengan baik," ujar Atang. Sebagai orang tua yang memiliki empat orang anak, Atang mengaku merasakan momen dimana anak-anaknya merasa sangat antusias menyambut PTM Terbatas. Hanya saja, Atang menilai terdapat perbedaan respon psikologis diantara anaknya yang duduk di bangku SMA, SMP dan SD dalam menyambut PTM Terbatas. "Sehingga memang perlu penanganan dan perlakuan yang berbeda terhadap anak-anak tergantung jenjang pendidikannya,. Pendampingan psikologis dan relasi sosial ini penting, apalagi pendidikan ke depan perlu memperkuat pembinaan jiwa kepribadian anak didik", ungkap Atang. Lebih lanjut, Atang menilai PTM Terbatas menjadi momentum untuk menggapai Indonesia Emas 2045. Meski pandemi Covid-19 menjadi akar masalah sektor pendidikan saat ini, namun ia yakin setiap masalah pasti ada solusinya. "Maka, apabila kita ingin Indonesia emas 2045 benar-benar terjadi, maka PTM saat ini menjadi milestone pendidikan calon pemimpin masa depan. Ada hikmah dari pandemi. Semoga pendidikan ke depan jauh lebih baik dengan sinergi dan kolaborasi," tegasnya. Dalam acara tersebut, Atang dan narasumber lain mendapatkan pin perlindungan anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.
Sebelumnya
*Danrem 061/Sk Terima Dukungan 110 Nakes Puskes TNI AL Kejar Target Vaksinasi Kab...
Selanjutnya
Majelis Ratib Al Berkah Desa Sukamantri Kecamatan Tamansari Peringati Kelahiran Nabi Besar Muhamad...

Berita Terkait :