Penulis : Akub
MATARAM NTB | Gardatipikornews.com - senin 10/10/2022, Aku telah menghabiskan waktuku Menelantarkan anak dan istriku demimu Aku selalu tertarik padamu
Walau tidak sebanding dengan waktu yang kulalui.
Kini engkau seperti bisu tanpa kabar dan suara menegelamkan sinar bahagia dan menawarkan keringatku
Aku bahagia jadi guru yang memberikan cahaya dititik kegelapan, tapi anak-anak dan istriku bukan guru, mereka butuh kebahagian seperti dirimu dari tiap jengkal waktu yang aku habiskan
Dari jari hari telah berbulan-bulan menghitamkan terang jalanan seacap kali buku di pundakku. Aku melerai kekuranganku biar tidak terlihat dimata anak didikku agar marwah tetap terjaga jika tidak aku akan jadi seperti budak yang ditertawai waktu
Berhutang untuk seliter pertalite demi melanjutkan generasi penerus bangsa
Aku tidak memahami kesalahan guru sampai harus terus terhina didalam tugas mulianya
Al-mamater ini telah usang oleh garam dalam keringatku dan aku mulai lelah tanpa kata membosankan sebab mulianya jadi seorang guru
Bagaimana aku harus berteriak seperti mereka yang terbiasa bersuara, kau tidak tuli dan buta wahai pemegang kekuasan ataukah aku harus mengemis dan mengelap sepatu dan jas mu atau kami turun kejalan agar engkau memahami penderitaan kami