Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Jembatan Cibodas: Antara Janji Pembangunan dan Ancaman Maut yang Tak Kunjung Usai

by Gardatipikornews
27 Februari 2025 - 2736 Views

Sukabumi || Gardatipikornews.com, -

Di tengah gemerlap pembangunan yang terus menggeliat, sebuah ironi menyayat hati masih menghantui warga Kecamatan Curugkembar dan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Jembatan Cibodas, urat nadi penghubung dua kecamatan, kini hanya menyisakan rapuh dan ancaman maut bagi setiap yang melintasinya. Janji pembangunan yang dianggarkan sejak 2020, kini seolah menguap ditelan waktu. Empat tahun lalu, tepatnya 16 April 2020, secercah harapan sempat menyala ketika pemerintah melalui LPSE mengumumkan tender Detail Engineering Design (DED) Jembatan Cibodas. PT. ARJASARI PRIMARAYA keluar sebagai pemenang, namun hingga kini, jembatan yang diharapkan menjadi solusi transportasi warga itu tak kunjung berdiri kokoh. Jembatan gantung sepanjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter ini, yang membentang di atas Sungai Cibodas, menghubungkan Kampung Cimahi Desa Banjarsari Cidadap dan Kampung Sindangkerta Desa Curugkembar. Dibangun lebih dari 30 tahun lalu, jembatan ini telah mengalami kerusakan parah selama 16 tahun terakhir. Kondisinya semakin memprihatinkan, dengan lantai lapuk berlubang dan tali gantung yang nyaris putus. "Ini kayunya kemarin beberapa warga sudah perbaiki, tapi sudah rusak lagi," ungkap Yandi, warga Desa Banjarsari, menggambarkan betapa rapuhnya jembatan ini, Kamis 27/2/2025. Setiap hari, warga harus mempertaruhkan nyawa untuk melintasi jembatan ini, yang menjadi akses terdekat ke sekolah dan puskesmas di Curugkembar. "Kalau tidak ada jembatan ini, warga harus memutar dulu ke kecamatan Sagaranten dengan jarak puluhan kilo," ujar Yandi. Mereka mendambakan jembatan permanen yang bisa dilalui kendaraan roda empat, demi memudahkan akses dan meningkatkan perekonomian warga. Keluhan mengenai kondisi jembatan ini telah lama menjadi sorotan di media sosial dan media massa. Pemerintah Desa Banjarsari dan Curugkembar pun telah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan kepada pemerintah kabupaten, namun belum ada realisasi. Warga kini diliputi rasa kecewa dan putus asa. Mereka merasa diabaikan oleh pemerintah yang seolah tutup mata terhadap penderitaan mereka. Setiap hari, mereka hidup dalam kecemasan, takut jembatan rapuh itu akan ambruk dan menelan korban jiwa. "Kami sudah lelah menunggu janji-janji yang tak kunjung ditepati," keluh seorang ibu rumah tangga yang setiap hari mengantar anaknya sekolah melewati jembatan tersebut. "Kami hanya ingin jembatan yang aman dan layak, agar anak-anak kami bisa bersekolah dengan tenang." Kondisi Jembatan Cibodas telah mencapai titik kritis. Warga mendesak pemerintah kabupaten untuk segera mengambil tindakan nyata. Mereka menuntut pembangunan jembatan permanen yang kokoh dan aman, yang bisa dilalui kendaraan roda empat. "Jangan sampai ada korban jiwa baru pemerintah bertindak," tegas seorang tokoh masyarakat setempat. "Kami tidak ingin tragedi terjadi di kampung kami." Pemerintah Kabupaten Sukabumi diharapkan segera merespons keluhan warga dan merealisasikan pembangunan Jembatan Cibodas. Jangan biarkan janji-janji manis menguap begitu saja, sementara warga terus hidup dalam bayang-bayang bahaya. "Ini bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi juga masalah kemanusiaan," kata seorang aktivis sosial. "Pemerintah harus bertanggung jawab atas keselamatan warganya." Kini, di tengah ketidakpastian, warga hanya bisa berharap agar pemerintah segera bertindak, sebelum jembatan ini menelan korban jiwa. @MardiGTN.com
Sebelumnya
Senyum Bahagia Ibu Maryam Dengan Adanya Program Rutilahu,Rumahnya Sudah Bagus Dan Layak...
Selanjutnya
Sambut Ramadan 1446 Hijriah, LSM LGI Sukabumi Raya Gelar Silaturahmi Akbar dan Bakti...

Berita Terkait :