Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Pendidikan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Ditembak Oleh Kabag Ops Akibat Kasus Ilegal Galian C

by Gardatipikornews
22 November 2024 - 497 Views

Padang || Gardatipikornews.com

- Kasus ilegal galian C yang ditangani reskrim Polres Solok Selatan berujung penembakan oleh Kabag Ops terhadap Kasat Reskrim. Aksi polisi tembak polisi terjadi di areal parkiran Mapolres Solok Selatan di Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan, pada Jumat (22/11/2024) dinihari. Pelakunya adalah Kabag Ops Polres Selatan, AKP Dadang Iskandar yang menembak rekannya sendiri Kasat Reskrim AKP Ulil Ryanto Anshori hingga tewas usai menangkap pelaku tambang sirtu galian C ilegal yang beroperasi di wilayah tersebut. Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyampaikan, duka mendalam atas kejadian ini. Kapolda menyebut, Almarhum AKP Ulil Ryanto Anshori gugur dalam menjalankan tugas negara menumpas habis segala bentuk kejahatan tambang ilegal. “Termasuk tambang ilegal galian C yang telah menjadi atensi Presiden dan Kementrian terkait. "Saya telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menindak tegas segala sesuatu yang bersifat ilegal. Salah satu diantaranya adalah ilegal Mining,” ujar Kapolda. Menurut Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, sejak beberapa waktu terakhir, jajaran Satreskrim Polres Solok Selatan dibawah komando almarhum AKP Ulil Ryanto Anshori, memang sedang gencar-gencarnya melakukan operasi pemberantasan segala bentuk tambang ilegal. “Saat melaksanakan hal itu, tanpa kita duga sebelumnya seorang oknum perwira berada di posisi kontra penegakan hukum. Ini sesuatu yang tidak kami duga,” ucapnya. Kapolda menyatakan, jajaran Polda Sumbar sangat kehilangan dengan kepergian Almarhum AKP Ulil Ryanto Anshori dengan cara tidak terduga seperti ini. Sebab semasa hidupnya, AKP Ulil dikenal sebagai salah satu polisi berprestasi. Sosoknya, bahkan telah dua kali mendapatkan penghargaan atas kinerjanya memberantas segala bentuk tambang ilegal di Solok Selatan. Terkait kronologi kejadian, Kapolda menyebut AKP Ulil Ryanto Anshori tewas usai menerima dua kali tembakan dari jarak dekat yang dilakukan oleh sang Kabag Ops yakninya AKP Dadang Iskandar. Setelah melakukan penembakan terhadap rekannya, AKP Dadang langsung berupaya menuju Kota Padang untuk menyerahkan diri ke Polda Sumbar. Saat ini pihak kepolisian, masih mendalami motif penyebab kejadian ini. “Perkembangan selanjutnya akan segera diinformasikan. Namun yang pastinya tindakan yang akan dilakukan sangat tegas. Dalam Minggu ini kami upayakan PTDH bagi yang bersangkutan,” tegas Kapolda. Pantauan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Padang, puluhan orang personil Polda Sumbar saat ini masih tengah menyiapkan proses pemulangan jenazah AKP Ulil Ryanto Anshori ke kampung halamannya untuk disemayamkan. Pewarta : @Tim Gtn
Sebelumnya
Anggaran Pemeliharaan Sarpras SMPN 9 Tamsel Di Duga Di Makan Rayap,Sampai Plafonnya Juga Ikut Di...
Selanjutnya
Diduga Proyek Pembangunan Saluran / Drenase Lorong Sawah RT. 60, RW. 16 Kel. 16 Ulu Kec. Seberang...

Berita Terkait :