Bekasi || Gardatipikornews.com - Pemerintah Kecamatan Cibitung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2026 untuk perencanaan pembangunan 2027 di Aula Horas Sirait, Desa Kertamukti, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, perwakilan perangkat daerah Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, kepala desa dan lurah, serta perwakilan masyarakat.
Camat Cibitung menyampaikan, jumlah penduduk di wilayahnya telah mencapai sekitar 455 ribu jiwa sehingga berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Saat ini, Cibitung memiliki 39 sekolah negeri dan 9 SMP Negeri. Sementara itu, Puskesmas Wanasari melayani sekitar 120 ribu warga, ditambah pelayanan dari Puskesmas Wanajaya, Sukajaya, dan Cibitung. Pemerintah daerah juga merencanakan peningkatan status Pustu Kertamukti dan Muktiwari menjadi puskesmas.
Musrenbang juga membahas persoalan banjir yang masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di sepanjang aliran Kali Sereseng, Kali Ceger, dan Kali Cangkring. Pemerintah menyiapkan langkah penanganan berupa penyediaan mesin penyedot air serta rencana pembangunan rumah pompa di sekitar RSUD.
Selain itu, kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Bosih dan kawasan Wanajaya turut menjadi perhatian. Pemerintah merencanakan pembangunan underpass Wanajaya dan Telaga Asih sebagai solusi jangka menengah.
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Dapil II, Budi M.M., dalam forum tersebut menyoroti kondisi bangunan sekolah yang memerlukan rehabilitasi guna menjamin keselamatan peserta didik.
Dalam Musrenbang tersebut, tercatat sekitar 400 usulan pembangunan disampaikan langsung oleh peserta, sementara lebih dari 300 usulan lainnya masuk melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Pemerintah Kecamatan Cibitung menyatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan penyusunan prioritas pembangunan daerah sesuai dengan kemampuan anggaran dan kebijakan pemerintah daerah.
Pewarta: Safari Bono (GTN)