Bogor || Gardatipikornews.com -- Bertempat di Halaman Masjid Al Ikhsan Kp. Iwul Rt. 002/Rw. 03 Desa Bojong Sempu Kec. Parung Kab. Bogor, tengah dilaksanakan kegiatan Santunan Yatim Dan Dhuafa dengan tema: Mari Jadikan Momen Ini Sebagai Wujud Kepedulian Dan Kebersamaan Uuntuk Membantu Sesama.
Kegiatan Santunan 65 anak yatim dan 200 dhuafa tersebut dihadiri Kepala Desa Bojong Sempu H. Pitung Abdurahman S.Sy, Ketua TP. PKK Hj. Hamidah, Sekdes Sidik, Kasi Kesra Kosim Kosasih, H. Aceng Lesmana, KH. Syahnan Bolkiah, H. Abdul Aziz, H. Badrul Kamal, Ustadz Eko Nafsuroh, Ustadz Abdul Hasan, warga Rw. 03 dan Rw. 04.
Kegiatan dibuka dengan musik religi hadroh, disusul dengan pembacaan sholawat, kemudian dibuka oleh pembawa acara Kesra Kosim Kosasih dengan gaya humornya yang menghibur. Mendoakan seluruh dewan guru, para ustadz dan kiyai haji, Kades H. Pitung Abdurahman S.Sy selalu dalam lindungan Allah SWT.

Kemudian disusul dengan paparan H. Abdul Aziz sebagai ketua panitia Santunan Yatim dan Dhuafa Kp. Iwul Rt. 002/Rw. 03 Ds. Bojong Sempu: "Hari ini kita merayakan, merayakan apa? Merayakan santunan yatim. Kalau berbicara yatim, sesungguhnya adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan tanggung jawab panitia saja, tapi tanggung jawab bersama. Allah Subhanahu wa Ta'ala tadi sudah dibacakan ayat Qur'an nya. Kita jangan sampai digolongkan kepada orang yang mendustakan agama. Rasanya kasta tertinggi pengkhianatan adalah dusta, itu paling tinggi. Orang kalau sudah disebut tukang bohong, masyaAllah itu udah paling tinggi itu. Kira-kira kalau ada orang di cap sebagai tukang bohong, ketika dia jujur, kita percaya enggak? Enggak! Ya, enggak percaya. Jangankan bohongnya, jujurnya aja enggak ada yang percaya. Karena itu kasta tertinggi adalah kalau kita selalu melakukan kejujuran. Dan yang paling dibenci Allah, termasuknya adalah pendusta agama. Siapa pendusta agama? Yaitu orang yang melalaikan anak yatim, membiarkan anak yatim. Yang dibiarkan apanya? Yang dibiarkan adalah kehidupannya," ungkap Ustadz H. Abdul Azis.
Kemudian dengan gaya kocaknya Kades Pitung Abdurahman S.Sy memberikan paparannya mengenai perolehan donatur untuk kegiatan santunan & dhuafa yang menurun dari tahun sebelumnya (2025). Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, salah satunya adalah keadaan perekonomian saat ini tidak baik-baik saja. Namun warga jangan menjadi kecil hati, mudah-mudahan tahun depan bisa menjadi baik kembali.
Kades yang menggunakan anting ini pun memberikan informasi mengenai turun nya anggaran karena langsung dipotong pusat untuk membiayai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pewarta: Agustion Kaperwil Jabar