LOMBOK TIMUR - NTB - | gardatipikornews.com -
02 Nopember 2022.Semangat Tetap Pagi, dalam rutinitas latihan setiap hari senin sore oleh para pelajar tingkat sekolah dasar di pangkalan SDN 1 Sepit Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, tidak menyurutkan semangat mereka dalam suasana cuaca mendung dan terkadang gerimis.
Fenomena aktifitas diluar jam sekolah yang dapat mencerminkan pemupukan kemandirian, pencetakan bibit karakter disisi ketangkasan dan bela negara pada tingkat anak-anak usia 8-10 tahun - sebayanya.
Hj.Muhayyah, S.Pd selaku Kepala Sekolah sekaligus Kamabigus Gerakan Pramuka menyampaikan dan meneruskan beberapa kutipan. "Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, dan mempersiapkan diri untuk ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Darma". Gema ucap serentak dan lantang disudut nunkejauhan.
Ucapan ikrar yang dituntun olehnya kepada para pelajar dengan lafalan bentuk upaya mewujudkan Tri Satya atau janji setia pegiat Pramuka.
Gerakan Pramuka pada umumnya tidak hanya mendidik dan mengajarkan para pegiatnya siap untuk baris-berbaris saja, akan tetapi mendidik untuk mempersiapkan diri dalam pengembangan minat untuk hidup bersosial dan berinteraksi sesama.
Berkolaborasi dalam kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi terkini tanpa batas dalam lintas batasan-batasan terkendali yang tidak meninggalkan nilai-nilai yang terkandung didalam pendidikan karakteristik pramuka itu sendiri.
Kemandirian Gerakan Pramuka Pangkalan SDN 1 Sepit Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada pembelajarannya tentang karakter mandiri dan Pancasila didukung bersama para pegiat Literasi Komunikasi book HandMaders Club NTB-Yogyakarta yang merupakan binaan langsung Drs.H.Juaini Taofik, M.AP bersama Staf Khusus Gubernur NTB - Dedy Aris Sandi, S.Kom.
Kiat ini dilakukan salah satunya merupakan bentuk upaya penanaman sedini mungkin karakter bela negara melalui pendidikan pembentukan karakter. Khususnya, Pembelajaran ekstrakurikuler Gerakan Pramuka ini juga merupakan tentang upaya sederhana persiapan karakter generasi penerus bangsa yang bertransformasi dalam pemanfaatan komunikasi media dan sosial pada pembentukan tindakan atau sikap bijak dalam saring-serap-informasi media sosial terkendali.
Salah satu bentuk edukasi karakter terkendali yang selalu ditanamkan adalah melalui upaya-upaya penekanan edukasi pola disiplin positif, bertindak dan berkreatifitas dalam bentuk positif.
Pengenalan akan hal ini dapat memberikan data informasi dan komunikasi, terkendali secara otomatis oleh edukasi Sikap Karakter Disiplin. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan berjangka panjang oleh para pegiat generasi penerusnya di Gerakan Pramuka, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada gambaran umumnya.
Pola hidup peradaban baru menuntut untuk terus belajar tanpa batas dalam batas-batas terkendali, bahwasanya dimaksudkan pada konteks bebas dalam memperoleh pembelajaran akan tetapi pembelajaran yang sesuai dengan norma-norma yang telah ditetapkan oleh agama (sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan) , pemerintah (undang-undang / peraturan yang berlaku). sebagaimana hal tersebut merupakan petikan kecil tentang kurikulum merdeka belajar.
Jika dihubungkan dengan pendidikan pembentukan karakter pada pelajar usia 8-10 tahun tingkat sekolah dasar yang terangkum dalam suatu Gerakan Pramuka adalah hal upaya deteksi dini pencegahan pencemaran ruang siber (media sosial) dan atau merupakan kiat persiapan dini calon kader penjaga ruang siber (media sosial).
(Thopan Lasmana)