Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Ketua Pemuda Desa Laea, Kec. Poleang Selata Tolak Kehadiran PT. Bumi Silika Bombana di Poleang Selatan

by Gardatipikornews
16 April 2025 - 937 Views

Poleang Selatan  || Gardatipikornews.com  -

Muhammad Risdal selaku Ketua Umum Pemuda Desa Laea menyatakan penolakan terhadap rencana beroperasinya PT. Bumi Silika Bombana di wilayah mereka. Penolakan ini muncul karena kekhawatiran terhadap dampak negatif yang akan ditimbulkan, baik bagi lingkungan maupun mata pencaharian warga. “Kami menolak karena aktivitas perusahaan ini bisa mengganggu peternakan sapi warga. Kendaraan hauling yang hilir mudik ke jety akan membahayakan ternak dan keselamatan warga,” kata Risdal Muhammad Risdal menjelaskan bahwa peternakan sapi warga berada di kawasan Bukit Teletabis, karena di tempat itulah para peternak menggembalakan sapi mereka—dengan memanfaatkan area rumput yang luas. Sementara itu, lokasi tambang yang direncanakan akan beroperasi berada di sekitar Bukit Cadat Abis, yang posisinya berdekatan dengan Bukit Teletabis. “Kalau tambang beroperasi, area penggembalaan sapi akan terganggu, dan ini sangat merugikan para peternak”. Jelas Risdal Selain itu, Risdal juga menyampaikan kekhawatiran terhadap aktivitas jety jika nantinya dibangun dan mulai beroperasi. Meski saat ini masih dalam tahap sosialisasi, mereka menilai bahwa jety berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap perairan setempat, terutama bagi petani rumput laut. Getaran alat berat, pencemaran, dan perubahan arus air laut bisa merusak habitat rumput laut yang menjadi sumber penghidupan warga pesisir. Tak hanya soal ekonomi, kehadiran perusahaan ini juga dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan wisata alam. Bukit Teletabis yang selama ini dikenal sebagai destinasi favorit masyarakat dan wisatawan dari luar daerah, terancam rusak jika tambang berjalan. “Bukit Teletabis ini bukan cuma milik warga Laea, tapi jadi tempat singgah wisatawan dari berbagai daerah. Kalau hilang, generasi selanjutnya hanya bisa dengar cerita tanpa bisa lihat langsung,” tambah Risdal. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Risdal berharap pihak terkait dapat mendengar suara masyarakat dan meninjau kembali rencana beroperasinya PT. Bumi Silika Bombana di Poleang Selatan. ( @idr. Kaperwil gtn )
Sebelumnya
Bupati Padang Pariaman Mulai Menerapkan Sistem Full Day School Semua Jenjang...
Selanjutnya
Camat Adhi Nugraha S.Stp MH Halal Bihalal Bersama Kapolsek Danramil Kades Sekdes Serta Para...

Berita Terkait :