Siak Hulu || Gardatipikornews.com -- Sorotan terhadap proyek revitalisasi SMPN 6 Siak Hulu senilai Rp. 4,3 miliar semakin menguat. Sejumlah sumber internal dan pengamat konstruksi menilai nilai anggaran tersebut berpotensi tidak rasional bila dibandingkan dengan volume pekerjaan yang dilaksanakan, yakni pembangunan 8 ruang kelas baru dan rehabilitasi 8 ruang kelas lama.
Perhitungan Kasar yang dipertanyakan :
Berdasarkan estimasi sejumlah praktisi konstruksi yang dihubungi, pembangunan satu ruang kelas standar dengan spesifikasi umum dinilai berkisar pada angka yang jauh di bawah proporsi total anggaran Rp 4,3 miliar untuk 16 item pekerjaan (bangun + rehab).
“Jika dibagi rata, nilainya menjadi sangat tinggi per unitnya. Publik wajar bertanya, apakah ada komponen biaya tambahan yang signifikan? Jika ada, mana rincian RAB yang bisa diakses publik?” ujar seorang sumber.
Ketiadaan papan informasi proyek yang memuat detail nilai kontrak, sumber dana, serta pelaksana teknis turut menjadi sorotan. Transparansi dinilai penting untuk mencegah dugaan mark-up harga material maupun pembengkakan biaya pekerjaan.
Mekanisme Pengadaan Disorot
Publik juga mempertanyakan mekanisme pengadaan:
• Apakah proyek ini melalui proses tender terbuka?
• Siapa kontraktor pelaksana dan pengawasnya?
• Bagaimana mekanisme pengendalian mutu pekerjaan?
Jika proyek menggunakan dana pemerintah, maka seluruh proses semestinya tunduk pada prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.
( @Red@ksi.gtn.com **