Kota Mataram-NTB || Gardatipikornews.com -
Minggu,10/11/2024,Menjelang 27 November 2024 pemilihan umum Kepala Daerah Nusa Tenggara Barat, semakin hari makin memanas. Manuver calon semakin vulgar, ekspansi ke basis pemilih masing-masing calon terus dilakukan. Gorengan isu semakin di lancarkan. Salah satu isu aktual yg menjadi pembicaran masyarakat hususnya warga NWDI adalah kemana dukungan TGB? atau siapakah calon gubernur pilihan TGB? Ada beberapa indikator yg bisa menjadi petunjuk siapa pasangan calon gubernur pilihan TGB. diantaranya Pertama : Keputusan keluarga. Majunya Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah merupakan hasil musyawarah dan restu semua keluarga. Tdk ada satupun keluarga datok Majid yg biasa kita sebut Zurriat menolak pencalonan Dr. Hj. siti Rohmi Djalilah. Itu tdk ada perdebatan tentang masalah itu, jadi celar and clean Kedua: Kesepakatan tdk tertulis warga NWDI. Benar secara organisatoris TGB blm mendeklarasikan "nama", baik secara lisan maupun melalui surat keputusan organisasi tp telah menjadi komitmen bersama yang dinyatakan langsung didepan seluruh warga NWDI ketika perayaan HULTAH NWDI ke-89 di Pancor. Dan disaksikan langsung oleh yg mulya syekh TGB. sehingga pencalonan Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah dipastikan merupakan kesepakatan warga organisasi, meskipun tdk ada keputusan tertulis organisasi. mendukung Dr. Hj. Siti Rohmi bukan melanggar perintah organisasi, karena tdk ada larangan Syekh TGB selaku Pengurus besar NWDI untuk tdk mendukung kakak tercintanya baik melalui lisan ataupun tulisan. Persepsi yg berkembang murni tafsir yg lahir dari gimik politik. ketiga : Restu ummuna Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul majid. Kehadiran Dr. Hj. Siti rohmi Djalilah sebagai calon gubernur merupakan restu langsung Ummuna Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Majid hal itu dapat di dibuktikan adanya arahan langsung kepada dewan masyaekh ma,had dan jajaran elit organisasi untuk menyukseskan Hj. Siti Rohmi Djalilah dalam kontestasi pilgub 2024. Ke Empat. Restu TGB. Restu TGB telah di konfirmasi oleh Hj. Siti Rohmi ketika pendaftaran di depan kantor KPU provinsi. Pada saat sesi tanya jawab dg wartawan Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah dengan tegas menceritakan dia sudah meminta izin TGB terkait pencalonan beliau di sdh diberikan restui. Selain itu, tdk ada pernyataan lisan maupun keputusan organisasi tentang warga NWDI tdk boleh memilih Dr. Hj. Siti rohmi Djalilah. Dan yg paling penting dari semua itu, tdk mungkin keputusan syekh TGB bertentangan dg arahan ummuna Hj. Siti Rauhun ZAM. Menurut hemat saya empat indikator di atas cukup untuk menyimpulkan calon gubernur pilihan TGB adalah pasti jilbab ijo. Kakak kesayangan TGB. Adapaun tafsir terhadap gimik politik TGB terhadap pasangan calon tertentu menurut analisis nalar abituren sebagai berikut: Pertama: ada teori startegi perang militer yg disebut perang asimetris dimana dalam strategi ini menggunakan isu dan pigur tertentu sebagai proxynya. Berdasarkan itu, calon yg berusaha mengeksploitasi kharisma TGB untuk menaikan elektabilitasnya patut di curigai sedang berupaya memecah belah zurriat. Mengapa bisa begitu? Sebab ada dengki di lubuk hati terkecil. Karena di tinggal sang mantan. Sehingga bermaksud menggerus suara melalui instrumenTGB. Logikanya kalau oknum itu tau "ilak" (Bhs.sasak) maka dia tdk akan memanfaatkan ketokohan TGB untuk meningkatkan elektabilitas. Karena tahu ada kakak beliau yg mencalonkan diri. Siapapun boleh menafsirkan sinyal politik yg dikirim TGB melalui statemen, simbol atau apapun juga, tapi untuk meluruskan tafsir itu perlu mengajukan Pertanyaan kritis: apa iya TGB akan mendukung pasangan calon yg menjadi aktor utama penyebar kebencian untuk niniknya sang Pahlawan Nasional? semua Murid Hamzanwadi khususnya warga NWDI pasti tdk akan melupakan jempol darah yg dilakukan pasangan ini demi menggagalkan perubahan nama bandara Internet lombok, padahal sdh menjadi ketentuan umum diseluruh wilayah Indonesia nama bandara menggunakan nama pahlawan yg berasal dari provinsi setempat. Kedua: Ini bagian dari skenario awal untuk menggagalkan Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah menjadi Gubernur NTB. Ada indikasi yg kuat bahwa jika tdk bisa menang maka Siti Rohmi juga tdk boleh menang. Hitung-hitungan politik pasangan calon ini memang susah menangnya. dan dia tahu itu, sebab lumbung suaranya di sumbawa dan loteng, di sumbawa kalaupun dia menang 100 % masih kalah jumlah suara dengan satu kecamatan di lombok timur. Sementara di lombok tengah disitu ada calon lain yg elektabilitasnya jauh lbh tinggi. Sehingga susah mengandalkan itu. Berdasarkan Realitas politik yg ada, patut di curigai calon ini tdk bermaksd menang tapi hanya sebagai proxy untuk menggembosi suara Siti Rohmi. Demi memudahkan jalan bagi calon yg lain menang. Alhamdulillah kami warga NWDI menyadari itu dan paham permainanmu, kami tdk terkecoh kami tetap kompak utuh satu dalam barisan "jilbab ijo" Untuk NTB MAJU DAN BERDAYA SAING. Bagi kami upaya adu domba mengatasnamakan TGB tdk akan berhasil memuluskan niat burukmu. Bagi kami TGB warisan sang maha Guru Pahlawan Nasional Hamzanwadi. Beliau adalah penjaga organisasi penerus perjuangan. Kami sadar beliau punya perhitungan politik berbeda dg level kami. Sehingga dapat di pastikan warga NWDI TETAP KOMPAK UTUH SATU KOMANDO MENANGKAN JILBAB IJO DAN BAJU IJO. SALAM IJO UNTUK NTB MAJU DAN BERDAYA SAING DAN LOMBOK TIMUR MAJU DAN HARMONIS Sumber : Amaq Bongoh Pewarta : Akub.gtn.com