Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

MIRIS SEORANG LANSIA DI KECAMATAN SAGARANTEN HIDUP SEBATANG KARA TINGGAL DI GUBUG REOT

by Gardatipikornews
12 September 2022 - 505 Views
Sukabumi ||  Gardatipikornews.com - Seorang perempuan yang sudah lanjut usia yang tinggal seirang diri,dengan hidup sbatangkara sungguh sangat memperihatinkan,tinggal di gubug reyot yang sudah terlihat miring, ketika hujan sangat rentan danbair hujan pun masuk kedalam rumah dan ketika panas terik pun masuk langsung sinar matahai ke dalam karena atap rumahnya yangvsudah pada bolong namun apa daya beliau tidak bisa manjat ke atap untuk membetulkan nya Dialah MA IPAH sosok perempuan tangguh yang harus berjuang sendiri untuk menyambung hidup dengan mengandalkan kuli/berburuh. Ma IPAH beliau tinggal di kampung Ciherang rt11/03 Desa Margaluyu Kecamatan Sagaranten,Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Ma ipah tinggal sendiri di gubug reyot yang ber ukuran kurang lebih 4 kali 5 meter,yang kondisi saat ini rumahnya sangat memprihatinkan karena sudah lapuk dimakan rayap Ma IPAH harus berjuabg sendiri demi untuk bertahan hidup semenjak suaminya meninggal dunia, ketika Awak media menjambangi kediaman Ma IPAH terlihat jelas rumah bambu bercampur papan yang sudah lapuk dimakan rayap dan terlihat miring dan sangat tidak layak huni Ketika di tanya Awak media Ma IPAH menuturkan,bawasannya beliau tidak mampu lagi memperbaiki rumah nya karena tidak ada biaya Karena boro boro untuk rehab rumah untuk penerangan dikala malam hari pun masih menggunakan cempor dari minyak tanah itupun kalau lagi punya duit untuk membeli minyak tanah dan tak jarang juga Ma IPAH gelap gelapan di malam hari karena tidak bisa membeli minyak tanah nya Demi untuk bertahan hidup saat ini Ma IPAH mengandal kan berburuh tani seperti buruh tanam padi bersihkan kebun orang dan apa saja yang orang suruh Meskipun Ma IPAH hidup serba kekurangan dan sangat membutuhkan belum pernah tersentuh oleh program RUTILAHU rumah tidak layak huni,.padahal Ma IPAH sangat menanti bantuan RUTILAHU agar di usia yang sudah tua ini bisa istirahat di rumah layak huni turur Ma IPAH penuh harap dengan mata berkaca kaca Untuk saat ini Ma IPAH masih ber syukur karena beliau masih di berikan rezki sehat dan sebagai penerima bantuan langsung tunai BPNT sebulan sekali kadang cairnya tiga bulan sekali tapi beliau sangat bersyukur bisa untuk menyambung nyambung hidup tutur nya Hendaknya kepada PEMDES Margaluyu MUSPIKA Kecamatan Sagaranten PEMKAB Sukabumi,BAZ,UPK , dan para donasi,untuk segera turun tangan dan toleh lah ke bawah karena masih banyak Ma IPAH,Ma IPAH yang lain yang membutuhkan bantuan

pewarta : Mardi GTN


Sebelumnya
Polsek Citamiang Kota Sukabumi Salurkan Bantuan...
Selanjutnya
Kerjasama Wirausaha antara Pemdes Sikur Dengan SMKN 1 Sikur Dalam Praktik Kerja Wirausaha Melalui...

Berita Terkait :