Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Pembangunan Jembatan Cipicung di Duga Menggunakan Pasir Oplosan

by Gardatipikornews
18 Mei 2022 - 785 Views
Bogor | Gardatipikornews.com - Pembangunan jembatan yang berada di Kampung Gadog,RT/RW,01/07, Desa , Cipicung Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor di duga menggunakan pasir oplosan,pasalnya tukang yang mengerjakan proyek ini mengakui langsung kepada awak media,Rabu  (18/05/22) Pembangunan Jembatan yang menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2022 dengan nilai sebesar Rp 149.000.000, (6x4 M2 ) T.6xP.12 M.Pelaksana pembangunan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cipicung.namun mirisnya pembangunan jembatan ini tidak menggunakan spek yang sudah di tentukan sesuai aturan yang berlaku. Ketika akan di konfirmasi kepada Ely sebagai Kades cipicung, mengenai bahan matrial pasir yang di duga kuat sengaja di oplos untuk meminimalisir anggaran pembangunan jembatan,Kades tidak berkenan untuk berkomentar dan terkesan seolah menghindar dari awak media. Ditemui salah seorang tukang di lokasi pembangunan Herman mengatakan, kalau pengerjaan ini berjalan dengan lancar,dengan 6 tukang dan 4 orang kenek, untuk gaji tukang sebesar 150 ribu rupiah perhari nya sementara untuk kenek di upah sebesar 120 ribu rupiah perharinya.lanjut herman dia mengaku kalau pasir yang di gunakan adalah pasir yang oplos, jelasnya dengan singkat. Sangat disayangkan pekerjaan yang menggunakan anggaran ratusan juta rupiah ini begitu beresiko tinggi.dan kurangnya pengawasan dari pihak terkait yang telah di tunjuk oleh Desa selaku Tim Pengelola Kegiatan tidak teliti dalam penggunaan bahan material yang tidak sesuai spek. Diminta kepada dinas terkait,inspektorat dan unsur muspika tidak tutup mata dengan kondisi yang terjadi di lapangan dan menindak tegas serta memberikan sangsi bagi pelaksana ataupun pihak yang terlibat dalam penggunaan anggaran negara. Reporter : TSS
Sebelumnya
Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Arief Sulistyo M Si berikan penghargaan kepada jajaran Polairud...
Selanjutnya
KONI Tanggamus Gelar Silaturahmi Dan...

Berita Terkait :