Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Pendidikan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Pemilihan gubernur :  tambang dan pilkada perselingkuhan Politik pembisnis lokal Sultra

by Gardatipikornews
11 Agustus 2023 - 319 Views
Sulaweusi Tenggara | Gardatipikornews.com  - berbeda dengan beragam bisnis lain yang mengeksploitasi sumber daya alam, perusahaan tambang dan penyokongnya punya pengaruh besar di politik Indonesia pasca-Orde Baru. Pengaruh mereka tampak jelas dan mengakar di pusaran politik lokal, terutama berkat peran besar mereka dalam membiayai kampanye politik kandidat-kandidat yang bertarung di daerah kaya sumber daya alam. Sebagai salah satu daerah yang kaya sumber daya alam, Sulawesi tenggara merupakan pusat berbagai jenis industri ekstraktif, termasuk pertambangan nikel . Maka tak heran Sulawesi tenggara lantas menjadi salah satu medan pertempuran sengit untuk kontestasi politik lokal yang dipengaruhi oleh industri pertambangan. Kolusi yang terbentuk dari kepentingan pengusaha bisnis ekstraktif dan elit lokal telah mengorbankan warga desa di morombo. Di Konawe Utara, elit politik lokal memperkaya diri melalui transaksi jual-beli tanah yang korup dan ekspansi perkebunan kelapa sawit, mendominasi politik dan membungkam mereka yang mengkritik. Di Sulawesi tenggara, ekspansi industri pertambangan nikel berdampak buruk terhadap kehidupan warga pedesaan dan membuka ladang subur bagi praktik korupsi elektoral yang leluasa bergerak menguras sumberdaya alam di Sulawesi tenggara dan gubernur Sulawesi tenggara seharusnya bertanggung jawab adanya kerusakan lingkungan di Sultra Proses pemilihan kepala daerah sendiri sejatinya telah gagal mengusung konsep demokrasi sesungguhnya demokrasi tak lebih hanyalah formalitas demokrasi telah di bajak dipermainkan untuk kepentingan kelompok oligarki bermain luar biasa dalam politik pilkada jika di simpulkan, permainan (demokrasi ini) lebih mengarah kepada penghancuran negara alam menjadi rusak, iklim politik menjadi tidak sehat birokrasi dikloning hanya menjadi pelayan begundal politik dan pengusaha lalu dimna rakyat,mereka mendapatkan apa? Rakyat Sulawesi tenggara tidak mendapatkan apa apa dari riset kami, rakyat disekitar tambang pun bahkan banyak yang masih miskin artinya tidak ada imbas positif bagi mereka seperti ekonomi membaik atau kehidupan secara umum mereka lebih maju rakyat stagnan involutif berjalan di tempat Sunggu mengenaskan dan ironis nasib rakyat di tengah maraknya pengusaha tambang yang notabene menjadi tulang punggung ekonomi nasional kami berharap sistem politik oligarki dapat hilang sehingga pilkada benar benar menjadi ajang pencarian pimpinan daerah terbaik terutama membela kepentingan masyarakat Sulawesi tenggara Sejak tahun kepemimpinan gubernur Sulawesi tenggara haji Ali masi tak ada perubahan dalam ekonomi Sultra banyak problematika yang belum juga di selesaikan gubernur Sultra terutama akses jalan dan sektor pertanian dan juga ilegal mining yang sampai hari ini gubernur Sultra terdiam dan menutup rapat rapat problem di sultra Kami berharap pemimpinan gubernur Sultra akan lebih baik di pemerintahan selanjutnya data intelektual masyarakat sangat rapuh karena tak ada yang menyuarakan aspirasi mau pun DPRD provinsi atau pun bupati mereka berkerja sama untuk menjadi agen on modal mafia elektoral ekonomi Sumber : HMI.Sulteng (Red@ksi.gtn.com)
Sebelumnya
Kabar Gembira Untuk Masyarakat Kab. Sukabumi, Kini Blanko KTP-el Sudah...
Selanjutnya
*Ketum Mapan Indonesia : Jumat Barokah Polresta Bogota Berbagi Sarapan...

Berita Terkait :