Kab. Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com
- Hiruk Pikuk Dunia pendidikan menjadi moto penting untuk menciptakan kondisi meningkat nya indexs IPM masyarakat pada umumnya kedepan,dengan tagline Presiden Prabowo di tahun 2025 indonesia harus menyongsong Era ke Emasan atau Indonesia EMAS. Selaras dengan hal tersebut pemerintah RI,sudah tentu akan menyikapi hal-hal yang mengacu kepada keberhasilan program tersebut,selain dengan penambahan alokasi APBN di sektor pendidikan tentunya juga tidak kalah penting dari integritas para stak holder yang ada,dari mulai tingkat atas sampai dengan jajaran pengajar atau pendidik,bahkan kepala sekolah selaku jabatan pundamental di luang lingkup sekolah.senin 06-01-2025 "Kali ini bersama kami ada salah satu orang tua dari dan beberapa wali murid lainnya mengeluhkan tentang program indonesia pintar ( PIP ),dimana sebagian orang tua siswa atau wali murid menceritakan kepada Media,di waktu SD sebagai penerima manfaat,akan tetapi setelah lulus dan kini naik di jenjang SMP yang berada di wilayah Kecamatan Cidahu sudah sekian lama tidak mendapatkan program PIP tersebut.ungkapnya. Sebut saja " mawar " salah seorang siswi yang hanya mengenyam pendidikan dengan waktu singkat satu bulan lalu di tahun 2023,mawar ini keluar dari sekolah tersebut,di karenakan tidak bisa bertahan atas bulying yang di lakukan teman temannya di masa dirinya bersekolah SMP . hal yang menarik bagi kami setelah orang tua anak tersebut bercerita lalu kemudian kami awak media merasa penasaran atas itu kami mencoba melihat NISN yang tertera di rapot masa dirinya sekolah SD, sehingga kami pun merasa terheran heran nama anak tersebut di nyatakan sebagai penerima manfaat program PIP itu,alhasil dari croschek melalui aplikasi sipintar dan mawar itu keluar di dua tahun yaitu 2023/2024. Untuk mencoba menggali informasi terkait itu kegiatan bergeser langsung menemui kepala sekolah,dan alhamdllah dirinya menyampaikan keterangan keterangan sebagai mana mestinya,dengan menjelaskan hal hal yang di ketahuinya,sedangankan menurut kepala sekolah Saepul Pallah menjelaskan kepada kami mengenai PIP itu pengelolanya ibu Dea dan ibu Adis. Dalam percakapan yang di kemukakan ibu Dea terhadap kami tentunya banyak hal lain yang memang belum terkonfirmasi secara utuh baik keterangan yang di tunjukan dengan bukti buktinya atau keterangan keterangan yang memang belum singkron dari temuan temuan yang ada ini,hal ini tentunya akan menjadi scalla prioritas kedepan kami lakukan penelusuran kembali lebih dalam lagi untuk menggali informasi terkait Penyaluran PIP yang tidak terbuka. ( @D. H. Kabiro Kab.Sukabumi)