SDM PKH dari 8 Kecamatan telah hadir, yaitu dari Kecamatan : Ciseeng , Tenjo, Parung Panjang , Rumpin, Gunungsindur , Parung, Rancabungur, dan Kemang.
Sementara SDM PKH yang hadir dari ke 8 kecamatan tersebut diantaranya: Zaenal Abidin, Faikah Maesaroh, Teti Setyawati, Robiatul Adawiyah, Maryam, Wati, Ika, Puspitaning, Fitri, Suryadih, A. Farid, Khotib, Abidah W L, Khikmatul, Dede H, Muhamad J, Anas Zamzami, Nila Maylinda, Listyana, Satria, M Nasir, Basuri Adnan, M Arif Iskandar, Asep M, Haikal Fitra, Samsul Munawar, Nurhayati, Dedi S, Farida H, Rifki Rahman, Mubarak, Rifaldi Hasan, Supryatna, A Komarudin, M Ramdani, Etih Kurniasih, Ajun Rais, Wahyu Kurniawan, Nia Arodiah, Abdillah, Ace Syahrudin, Endang R, Ike, Lia Oktaviani, Farida Haryani, Ali Mansur, Rudiawan, Nurul Fadhilah, Eny NF, Udi Husna, Subekti Handayani, Dewi Ardiana.
Plt. Camat Ciseeng H. Agus Sopyan BA S.KM M.A.P mengucapkan syukur alhamdulillah pada hari ini telah kedatangan Kabid Linjamsos Eni Irawati dari Dinsos Kabupaten Bogor. Ia juga mengatakan dan sekaligus memberi support kepada SDM PKH yang dikatakannya tidak lepas dari masalah data Kpm. Ketika ada bantuan dari pemerintah, semua masyarakat ingin semua mendapatkannya. Kasi Kesra Desa dikejar-kejar warganya. Namun camat berharap SDM PKH tetap bekerja dengan ikhlas membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan masyarakat.
Kasi Dinsos PKH Endih mengingatkan kepada SDM PKH kalau mereka adalah pekerja sosial, ada aturan mainnya yaitu kode etik. Apabila pendamping melanggar aturan main maka akan mendapat sanksi. Bilamana ada pendamping yang melanggar kode etik namun tidak melapor maka hal itu akan menjadi tanggung jawab koordinator. Jadi koordinator jangan sampai makan getahnya sementara oknum pendamping yang makan nangkanya. Ada pelanggaran kode etik, diantaranya: KKS harus ditangan KPM. Oleh karena itu SDM PKH harus diberi pemahaman, kalau KKS harus KPM yang pegang. Juga tidak melakukan pemutakhiran data sehingga KPM telah merugikan negara. Contoh, anak KPM yang sudah tidak sekolah tapi masih mendapatkan bantuan. Nanti saat diaudit BPK maka hal itu akan menjadi temuan.
Eni Irawati dari Dinsos Kabupaten Bogor yang juga memberikan pandangannya masalah SDM PKH, dengan bahasa ringan, humoris dan familiar. Ia menjelaskan mottonya adalah: 1 Raga, 1 Hati dan 1 Nyali.
Ia mengingatkan kepada SDM PKH untuk Perval PDT T perlu dieksekusi secepat mungkin. Eni juga menyampaikan kalau pada rekon dengan pihak Himbara beberapa waktu lalu tidak.sama. Menurut Bank Mandiri sudah direalisasi, tapi di pendamping belum terealisasi. Dalam suatu kasus, memang sudah cair, tapi ternyata KPM sudah meninggal dunia.
(Rep: Agustion)