Kabupaten Sukabumi Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Seputaran dunia pendidikan yang masih nampak terlihat menghawatirkan dari segi sarana dan prasarana seperti SD negeri 1 Girijaya desa giri jaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi. kamis 21-08-2025
Sekolah dasar tersebut berada di pinggir jalan desa Girijaya kita bisa melihat langsung dari atas jalan ketika hendak berkunjung ke tempat wisata religi yaitu Makom eyang santri dan padepokan giri jaya.dalam kesempatannya insan media mendatangi sekolah dan berdialog dengan beberapa guru mengenai kondisi bangunan yang dirasa menghawatirkan insan media meminta ijin untuk melihat dan mengambil dokumentasi bangunan lalu di dampingi oleh salah satu guru sambil berjalan kami berbincang dengan pendidik di sekolah itu.
"Ketika insan media melihat lihat kondisi bangunan ia (guru) menjelaskan Mengenai kondisi bangunan sekolah memang seperti ini adanya jika di sebut mengkhawatirkan bapak bisa lihat sendiri seperti apa dan bagaimana,sedangkan untuk pengajuan kami dari pihak sekolah, pengawas maupun lembaga lainnya sudah melaksanakan hal itu,akan tetapi kita kembali lagi kepada pemangku kebijakan yang terpenting kita sudah melakukan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik,sekolah hanya sebagai penerima manfaat jika belum tahun ini mungkin tahun depan karena melihat kembali di wilayah kabupaten Sukabumi khususnya di kecamatan Cidahu banyak juga sekolah yang masuk sklaprioritas dalam perbaikan gedung sekolah contoh nya di SD Girijaya 2 dan Tenjo jaya meraka juga memiliki gedung yang rusak berat sampai ambruk,di banding sekolah ini.jelas nya
Dintanya pandangan dan pendapat sekolah yang beliau mengajar masuk katagori sklaprioritas atau tidak beliau hanya bisa tersenyum dan menjawab" yang jelas bapak sudah tau sendiri kondisi bangunan sekolah ini bagaimana,lalu jika hujan turun ternyata curah air hujan masuk langsung ke ruang kelas hal itu di perkuat oleh rekaman vidio yang di ambil pada saat keadaan belajar mengajar dalam kondisi hujan.ucapnya
Jika melihat dari mulai depan hingga belakang keseluruhan bangunan sekolah dasar negeri 1 Girijaya sangat memprihatinkan ada juga satu ruang kelas yang di gunakan untuk belajar mengajar atap pelaponnya di sanggah menggunakan tiang bambu hal itu sangat riskan terjadinya hal yang tidak di inginkan namun pihak sekolah tidak memiliki ruang kelas lebih untuk merelokasi anak didiknya dikarenakan semua rombel di gunakan bahkan rombel yang digunakanpun kondisinya sangat memperihatinkan seperti yang terlihat dan terdengar dari penjelasan seorang tenaga pendidik dimana ia mengajar.
( @dd Hasan GTN**