Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Pendidikan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

SMKS Al - Kautsar Sukabumi Diduga Mark - Up Puluhan Jumlah Siswa Untuk Keuntungan Pribadi 

by Gardatipikornews
03 Desember 2024 - 778 Views

Sukabumi, Jawa Barat ||  Gardatipikornews.com 

- Diduga Jumlah Siswa SMKS Al- Kautsar kabupaten Sukabumi Jawa barat, Jumlah 109 siswa hal tersebut yang tertuang dalam kegiatan sekolah Tahun Ajaran 2023 / 2024. ( 3/12/24 ) Adanya dugaan Mark - up siswa sekolah kejuruan SMKS Al Kautsar Sukabumi yang beralamat jln cikupa, cilangla, kabupaten Sukabumi, Jawa barat, bahwa diduga adanya ke tidak sesuaian antara jumlah siswa yang terdapat di dapodik dengan jumlah dana bos yang di terima oleh sekolah tersebut. Pada ajaran Tahun  2023/ 2024 siswa di data Dapodik dengan jumlah siswa 109, Pas di lapangan hanya 51 peserta didik di antaranya Kelas 10 ada 26 siswa, kelas 11 ada 16 siswa,  Kelas  12 ada 9 siswa berdasarkan pengakuan salah satu siswa saat di wawancara media Gardatipikornews.com total Jumlah Siswa ada 51 Siswa, sedangkan di Dapodik Jumlah Siswa ada 109 kenyataannya ada 51 Siswa, yang jadi pertanyaan 58 siswa SMK AL - KAUTSAR ini kemana ???jelas disini ada dugaan Mark - Up Siswa untuk Keuntungan Pribadi, Senin 2 Desember 2024. Karena dugaan tersebut awak media Gardatipikornews.com menemui kepala sekolah guna untuk konfirmasi akan tetapi sangat di sayangkan Kepala Sekaolah sedang tidak ada di Sekolah, saat Kami tanyakan  kesiswa merurut siswa belum datang, selanjutnya media saat di  kompirmasi lewat WhatsApp kepala sekolah SMK Al - kausar " Nasihin " tidak menjawab sampai berita ini di turunkan adanya dugaan Mark - up siswa tersebut Di tempat terpisah wawancara dengan Wakil Ketua DPP LPI Tipikor Jawa Barat " Rahmat tole "  mengungkapkan wajar aja jika para oknum merajalela karena ada unsur pembiaran dari Dinas terkait jadi dalam hal ini kami mencurigai jika telah terjadi kesepakatan tertentu sehingga tidak ada tindakan rel yang di lakukan dinas terkait. Bila mana terbukti itu sudah terindikasi konspirasi dan adanya dugaan gratipikasi tindak pidana korupsi itu dan wajib di laporkan ke pihak APH  Sebagai penegak hukum ungkap wakil ketua DPP LPI TIPIKOR Jawa barat " Lembaga Pemantau Indonesia Tindak Pidana Korupsi. ( @Korwil Jabar & Team gtn )
Sebelumnya
Akibat Intensitas Hujan Durasi Cukup Lama Seharian Penuh,Tebing DiCileutik Longsor Menutupi...
Selanjutnya
HMI CABANG KOLAKA TIMUR AJAK SELURUH MASYARAKAT JAGA PERSATUAN SERTA KONDUSIFITAS PASCA...

Berita Terkait :