Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Kepolisian & TNI - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Pendidikan - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Tradisi Ngabungbang Cimande Sudah Ramai Para Pengunjung Peziarah Ke Makom Makom Para Kasepuhan

by Gardatipikornews.com
02 September 2025 - 302 Views

Cumande, Bogor || Gardatipikornews.com -- -- Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat selalu dipadati oleh para peziarah yang datang dari berbagai daerah.(01/09/25)

"Tradisi ziarah ini disebut "Ngabungbang" yang sudah berlangsung sejak 1930," kata keluarga kasepuhan cimande.

Menurut Abah muhtadin sapaan akrab tadin, ritual ziarah "Ngabungbang" adalah warisan budaya leluhur dari Kesepuhan Cimande.

Ritual ziarah tersebut berlangsung setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Hingga kini setiap tanggal 12 dan 13-14 bulan Mualid tradisi ziarah "Ngabungbang" masih terus dilaksanakan dan dilestarikan oleh para keturunan Cimande," kata abah tadin,

Abah Tadin menyebutkan, kegiatan "Ngabungbang" sudah menjadi fenomena tersendiri bagi masyarakat sekitar setiap memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam tradisi ziarah tersebut, ribuan peziarah mendatangi beberapa lokasi pemakaman kesepuhan Cimande, seperti makam Kesepuhan Eyang kertasinga,dan Kesepuhan Cimande Tarikolot.

Saat dipadati peziarah,suasana di Kampung Cimande tersebut ramai dan meriah.Suasana ramai tersebut terasa sepanjang jalan Desa Cimande, hampir semua rumah warga membuka pintu baik sampai siang hingga malam karena banyak kedatangan tamu atau saudara yang berkunjung.


Pemandangan ini terlihat, terutama para hari puncak "Ngabungbang" Kamis dan Jumat,saptu.tanggal 04.05.06.tiga hari.ramainya pengunjung menyebabkan jalan sejauh lima kilometer padat hingga tidak dapat dilalui kendaraan,para peziarah pun harus rela berjalan kaki untuk sampai ke lokasi dan berziarah di makam-makam yang dikeramatkan tersebut.

Abah tadin mengatakan, sudah menjadi tradisi, jika ritual "Ngabungbang" yang dilaksanakan setiap 14 Maulid, kawasan Cimande kerap dipadati masyarakat,?bahkan sepanjang jalan dari kampung nanggoh hingga menuju kawasan Kampung Tarikolot, selalu dipadati oleh para pedagang kaki lima, yang menjual berbagai macam barang dagangan.

Ki didih selaku pembina pencak silat menyampaikan insya alloh Bupati bogor akan berkunjung ke cimande pada tangggal 06 hari saptu.mudah mudahan tidak ada gangguan dan di sertai sehat bisa ziarah ke cimande."ujar nya

Untuk menjaga pelaksanaan "Ngabungbang" Organisasi Pemuda Cimande Tarikolot (OPCT) pimpinan Wa abuy melakukan tugas pengamanan yang melibatkan semua pemuda maupun remako dari sejumlah desa yakni Desa Cimande Jaya dan Desa Lemahduhur.

"Kami mengerahkan hingga pemuda atau remako yang bertugas melakukan pengamanan, mulai dari parkir hingga antisipasi tindak kejahatan," kata wa abuy.

Wa abuy menambahkan, tradisi ritual "Ngabungbang" bagi masyarakat Cimande sangat penting. Karena selain didatangi pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia juga didatangi tamu mancanegara.

Sementara itu, Kades Lemah Duhur, Ujang Najmudan menuturkan, setiap peringatan "Ngabungbang" pihaknya menyiagakan ratusan petugas linmas. terutama dalam mengatur arus lalulintas di jalan yang padat baik oleh pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, lanjut Ujang, pihak selalu berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan Caringin dan aparat kepolisian setiap pelaksanaan "Ngabungbang".

"Ngabungbang tahun ini lebih ramai, bahkan banyak tamu yang datang dari luar negeri,,Umumnya para tamu asing itu, datang ke Cimande karena sudah mengetahui kelestarian budaya tradisi ritual Ngabungbang milik Cimande," ujarnya.

"Menurut mereka tradisi ini sebagai kegiatan positif, berziarah ke makam keramat para Kesepuhan Cimande yang diyakini membawa kemaslahatan dan kebarokahan bagi yang meyakininya," kata Ujang.


(H.Jajuli kabiro bogor)

Sebelumnya
Deklarasi Damai Di Kec. Ciseeng Bersama Plt. Camat Kapolsek Danramil Serta Ormas PPBNI Satria...
Selanjutnya
Hukum Ketatanegaraan Tidak Mengenal DPR Non Aktif Tetapi Pergantian Antar...

Berita Terkait :