Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - GTN Pendidikan - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Waduh !! SMAN 5 Mataram Untuk Anak Anak Kalangan Pejabat

by Gardatipikornews
29 Juli 2023 - 105 Views
Mataram - NTB |

Gardatipikornews.com


- Kota Mataram menjadi ibu kota dengan kategori kota pilihan buat warga masyarakat di Nusa Tenggara Barat(NTB) untuk mencari peruntungan , baik dari segi usaha , bisnis dan lainnya. Tidak sedikit orang mencoba peruntungan pindah rumah/tempat tinggal dan memilih bekerja di mataram(Ibu Kota) yang artinya anak anak ataupun keluarga tentunya ikut juga bersama orang tua mereka. Hal inipun sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan anak anak yang juga ikut pindah dari kampung halaman sebelumnya,misalkan saja yang datang pindah dari kabupaten/kota lainnya yang ada di NTB,seperti Pulau Sebrang SUMBAWA.Anak Anak mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas(SMA) dan memilih sekolah sekolah yang dianggapnya sekolah yang sesuai dan layak serta pavorit sangat sulit mereka dapatkan dikarenakan ada peraturan system zonasi yang diberlakukan,meskipun ada jalan pendistribusian bagi para calon siswa yang kadang didistribusikan kesekolah sekolah yang mereka tidak ingin/harap kan.Hal ini tentunya sangat merusak mental anak anak serta bisa mengakibatkan depresi terhadap anak,sebab harapan mereka harus terhenti hanya karena pengaruh zonasi atau pengaruh distribusi yang kadang tidak mereka harapkan,Serumit inikah dunia pendidikan di IBU KOTA Provinsi NTB,sehingga bagi warga warga masyarakat yang memiliki anak yang berasal dari luar Ibu Kota sangat merasa kesulitan mendapatkan pendidikan yang diharapkannya,apakah Ibu Kota memang hanya untuk Warga Ibu Kota atau milik kalangan para pejabat saja,kami yang orang orang desa tidak dipantaskan bisa membaur meraih pendidikan yang setara dengan mereka mereka di Ibu Kota(Mataram),tutur salah seorang warga yang tidak ingin disebut namanya(A). SMA 5 Mataram utamanya sangat banyak diminati para calon siswa dan orang orang tua yang ada sangat berharap anak meraka bisa melanjutkan pendidikan anaknya ke sekolah tersebut,namun apalah daya salah satu orang tua calon siswa (A) yang ingin anaknya bisa masuk bersekolah ternyata tidak bisa diberi tempat disekolah tersebut.Wali calon Siswa ini sangat menyayangkan jika anaknya tidak bisa diberi ruang bersekolah di SMAN 5 meskipun ia sangat ingin anaknya bisa bersekolah di SMA tersebut. Sudah pindah jauh jauh dari pulau sebrang dengan biaya tidak sedikit dan niat agar anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan maju ternyata harus terhenti ,dikarenakan pihak sekolah tidak dapat menerima dengan alasan system. Apakah Sekolah sekolah di IBU KOTA hanya untuk warga ibu kota?? apakah sekolah di Ibu Kota hanya untuk warga elit,keturunan pejabat ?? Apakah kami yang warga biasa di NTB ini tidak berhak mendapatkan sekolah yang layak yang kami inginkan?? Dimana keadilan dalam dunia pendidikan?? Siapa yang berwenang dalam hal ini??kenapa kami warga biasa tidak bisa ikut serta mendapatkan hak dan ruang yang sama dengan mereka mereka ??,"ungkap A Hanya karena system zonasi yang diberlakukan anak anak kami tidak bisa meneruskan sekolahnya disaat sedang digencarkannya program program pendidikan seperti wajib sekolah,program program pisik penambahan ruang bangunan bagi sekolah sekolah dan program lainnya,"tutur A(Samaran) Sambung A" yang bertanya melalui media "pak kadis dikbud NTB kira kira orang orang seperti apa dan dari golongan mana yang berhak mendapat fasilitas pendidikan yang layak,kalangan mana saja yang diutamakan,apakah anak anak pejabat saja,apakah orang orang kaya saja yang bisa masuk sekolah di SMA SMA Tertentu seperti di SMAN 5 Mataram dan SMA SMA lainnya yang ada di Kota Mataram(Ibu Kota),?? Lantas kami yang anak anak pelosok desa sebrang pulau yang bertekad ingin anak anak kami maju,mendapatkan pendidikan yang layak tidak bisa diberikan ruang sekolah di SMA SMA yang ada di Ibu Kota seperti SMAN 5 Mataram,Aturan macam apa ini , dimana keadilan bagi dunia pendidikan yang harusnya merata,". A (Samaran) juga menerangkan bahwa dirinya sangat kecewa terhadap system yang diterapkan ,yang dianggap hal tersebut membatasi ruang belajar anak anak kami.Anak anak kami harus nganggur hanya karena system system yang tak berkeadilan ini,seakan SMA yang dianggap pavorit,maju hanya milik oara elit saja,dan kebanyakan anak anak pejabat saja yang bisa masuk sekolah,"tutupnya. Sumber : Tim Kaperwil GTN  NTB
Sebelumnya
Anggarkan Dana Desa (DD) Tahap Satu Tahun 2023 Pemdes Banjarwangi Bangun Infrastruktur dan...
Selanjutnya
Polda Sumsel Gelar Opsnal Dalam Penanganan Massa ( Fried Management ) Guna Terwujudnya Kamtibmas...

Berita Terkait :