Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Kepolisian & TNI - GTN Nasional - GTN Pemerintahan - GTN Headline - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pendidikan - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Artikel - Jurnal Nasional - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Anak Muda Sakra Bangkitkan Pusaka Dan Gamelan, "Samuhita Sakre" Siap Gegerkan Lombok Timur

by Gardatipikornews.com
05 Agustus 2026 - 13 Views

SAKRA - LOMBOK TIMUR - NTB || Gardatipikornews.com -- Desa Sakra akan menjadi pusat riuh budaya selama tiga hari ke depan. Mulai 6 hingga 8 Agustus 2026, Bale Desa Sangkep Sakre disulap menjadi panggung perayaan warisan leluhur dalam Pagelaran Budaya & Tosan Aji Sak Ke-II bertajuk "Samuhita Sakre".

Yang membuat gelaran ini berbeda, acara ini lahir bukan dari meja dinas, melainkan dari semangat anak-anak muda. Komunitas Sakre Milenial Bekerisan menggandeng berbagai peguyuban dan organisasi kepemudaan di Desa Sakra untuk menghidupkan kembali seni, pusaka, dan nilai gotong royong yang mulai tergerus zaman.

"Acara ini adalah acara Desa Sakra yang lahir dari semangat anak-anak muda kita sendiri. Yang bersama-sama memiliki satu tujuan yaitu memajukan kebudayaan di Desa Sakra. Pemerintah desa sangat mendukung penuh langkah positif seperti ini," ujar Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad Nadirsyah Yumawan.

Bagi sang Kades, "Samuhita Sakre" adalah bukti bahwa kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah. Partisipasi warga, terutama generasi muda, menjadi penentu utama.

Ketua Panitia, Rodiyal Jafar, memastikan seluruh persiapan sudah rampung 100%. Lokasi di Bale Sangkep sudah ditata, koordinasi dengan peguyuban tosan aji dari dalam dan luar Pulau Lombok sudah dilakukan.

"Kami dari panitia telah siap untuk menggelar acara ini. Seluruh persiapan dan upaya telah dilakukan secara maksimal oleh keseluruhan panitia, mulai dari penataan lokasi yang ada di Bale Sangkep desa, koordinasi antar peguyuban tosan aji lainnya baik di Lombok dan di luar pulau Lombok, hingga rangkaian acara selama tiga hari," kata Rodiyal.

Hari pertama akan dibuka dengan Kirab Samuhita Sakre dengan konsep 4 penjuru yang bertemu di Perempatan Sakra. Setelah itu dilanjutkan Pentas Gamelan dan Teater Tradisional Amak Abir, Pembukaan Seremonial, Pameran Pusaka dari berbagai peguyuban, dan ditutup Pentas Seni Budaya di malam hari.

Memasuki hari kedua, pagelaran fokus pada edukasi lewat Pameran Pelajar untuk siswa di sekitar Desa Sakra, lalu kembali dihibur Pentas Seni Budaya pada malamnya. Puncak acara di hari ketiga ada pengumuman doorprize dan kembali Pentas Seni Budaya.

Sekretaris Panitia, Lalu Garin Hidayat, menjelaskan makna "Samuhita Sakre" yang berarti bersatu padu. Nama itu dipilih karena acara ini memang hasil kerja kolektif pemuda-pemudi Sakra.

"Acara kami juga tidak akan digelar sekadar sebagai acara semata, melainkan menjadi wadah bagi kita semua untuk dapat bersama-sama merawat, melestarikan, dan mencintai budaya kita sendiri," ungkap Lalu Garin.

Acara ini terbuka untuk umum. Panitia berharap warga Sakra dan sekitarnya hadir, bukan hanya sebagai penonton, tapi sebagai bagian dari upaya menjaga akar budaya.

Di tengah gempuran budaya populer, "Samuhita Sakre" hadir sebagai pengingat: bahwa masa depan sebuah desa bisa dibangun, tanpa harus melupakan pusaka dan kisah yang ditinggalkan leluhur.

Jurnalis : Red NTB

Publikasi : Red@ksi.gtn.com 

Sebelumnya
Pemkab Sukabumi Rekonstruksi Ruas Jalan...
Selanjutnya
Respon Cepat Polsek Parung Amankan Terduga Pelaku Pencurian Di...

Berita Terkait :