SUKABUMI, GARDATIOIKORNEWS.COM
- Didin, warga Kampung Cisaat RT 03 RW 04, Desa Citarik Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, hilang terseret arus sungai citarik saat sedang menjala ikan, Minggu (28/11/2021) Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Korban diduga hanyut terbawa aliran sungai saat sedang menjala ikan. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cisaat Desa Citarik Kecamatan Palabuhanratu.
Kepala Desa Citarik Mochamad Ledi Nurledi mengatakan, Peristiwa terjadi sekitar pukul 06:45 WIB. Korban di ketahui sedang mencari ikan menggunakan jala di aliran sungai citarik, namun korban terpeleset lalu kemudian hanyut dan menghilang.
"Sebelumnya, warga di sini sempat menegur korban untuk tidak mencari ikan di sungai itu, karena debit air sedang tinggi dan arus sangat deras, tetapi korban tetap melakukan aktivitasnya, dan malah terpeleset kemudian hanyut," ucapnya kepada awak media.
Sementara itu, Koordinator SARDA Kabupaten Sukabumi Okih Fajrin Menegaskan, Tim SAR gabungan mendapatkan laporan peristiwa pada pukul 07:00 WIB, kemudian bergegas kelokasi untuk melakukan pencarian.
Pencarian korban dilakukan dengan cara menyisir secara visual menggunakan jalur darat. Mulai dari lokasi awal kejadian hingga ke muara sungai Cimandiri.
"Serta menyiagakan sejumlah tim di beberapa titik lokasi strategis, selain jalur darat. Upaya pencarian menggunakan tiga perahu karet, satu unit dari Sarda dan dua unit dari Basarnas," terangnya.
Menurutnya, Korban hanyut belum dapat ditemukan. Evakuasi pencarian terkendala cuaca buruk akibat hujan mengguyur area pencarian, ditambah aliran sungai berarus sangat deras dan debit airnya pun sedang tinggi.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terdiri dari kantor pencarian dan pertolongan Jakarta (pos SAR Kabupaten Sukabumi), SARDA Kabupaten Sukabumi, Polsek, Koramil, Polair Sukabumi, BPBD, PRPS Rajawali, keluarga korban serta masyarakat sekitar.
"Korban belum ditemukan, hanya menemukan jaring sebagai alat tangkap milik korban," tandasnya.
Sungai Cimandiri memang memiliki kedalaman cukup lumayan, bahkan arus serta jeramnya pun terkenal sangat kencang.
Reporter : Dolen