Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

DIAGA MUDA INDONESIA, TUNGTUT PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN DI KABUPATEN SUKABUMI

by Gardatipikornews
25 Januari 2022 - 355 Views

Sukabumi, Gardatipikornews.com


- Kembali Diaga Muda Indonesia Melakukan Aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Kantor Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sukabumi, Jalan Pelabuhan 2 kota Sukabumi.Senin (25/01/2022). Dalam Orasinya tersebut, Diaga Muda Indonesia menuntut peningkatan pengentasan kemiskinan dan melakukan percepatan program pembangunan. segera membuka lapangan kerja, membersikan’ Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Alhamdulilaah Aksi ujuk rasa ini berjalan dengan aman,damai dan kondusip,Aksi damai di kawal oleh petugas kepolisian polres sukabumi kota dan TNI serta di hadiri oleh kepala dinas Pertanahan dan Tata Ruang Ir.Asep Rahmat Hidayat. Dace Arisandi mengatakan masyarakat hanya mejadi korban kebijakan pemerintah Kabupaten Sukabumi, perekonomian menjadi sulit, kini masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan konsep tuan yang dzolim, Kami yang ada disini melakukan aksi untuk membela masyarak yang di dzolimi, karna kami adalah pejuang Sukabumi. "Lanjut Dace kabupaten sukabumi sangat strategis dalam pemenuhan pangan masyarakat , sehingga peningkatan komoditas pertanian perlu dilakukan oleh pemerintah sukabumi, konflik agraria dan sengketa tanah menjadi salah satu gesekan yang mengganggu efektivitas kehidupan pertanian, kurang tepatnya hukum dan kebijakan pengatur masalah agraria, baik terkait pandangan atas tanah, status tanah dan kepemilikan, hak-hak atas tanah, maupun untuk memperoleh hak-hak atas tanah. "Lambatnya penanganan dan ketidak adilan dalam proses penyelesaian sengketa tanah, yang akhirnya berujung pada konflik. Akibatnya, banyak petani yang kehilangan mata pencaharian dan akhirnya menjadikan bertambahnya penduduk miskin di pedesaan yang sebagian besar adalah petani. Menurut Dace ini tidak sesuai dengan Program Prioritas Nasional yang ditingkatkan Pemerintahan Jokowi dalam upaya membangun Indonesia dari pinggir serta meningkatkan kualitas hidup sebagaimana terkandung dalam Nawa Cita Jokowi. program-program yang dapat menuntaskan masalah kemiskinan masyarakat desa, meningkatkan kesejahteraan dengan kemandirian pangan nasional, meningkatkan produktivitas tanah, memberikan pengakuan hak atas tanah yang dimiliki baik secara pribadi, negara, dan tanah milik umum yang pemanfaatannya untuk memenuhi kepentingan masyaraka,"Tutup Ketua Harian Diaga Muda Indenesia Dace Arisandi. Pewarta : (Taji)
Sebelumnya
KEDAPATAN BOLOS SEKOLAH, TUJUH PELAJAR DI KOTA SUKABUMI DIAMANKAN SAT BINMAS UNTUK DILAKUKAN...
Selanjutnya
Bertemu Kepala Kepolisian Malaysia, Kapolri Bahas PMI Ilegal Hingga Penanganan...

Berita Terkait :