Gardatipikornews.com
- Dengan adanya Dugaan Penggelapan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) 6 Cilograng, yang beralamat di Jl.Simpang Ciawi-Sawarna KM.04 Kp.Cisabaru Desa Lebaktipar Kec. Cilograng Kab.Lebak Banten, didasari dengan hasil konfirmasi ke salasatu operator pada Rabu 9/8/2023, dan dikuatkan oleh keterangan Widodo selaku kepala sekolah SMPN 6 Cilograng, pada Kamis 10/8/2023. Pada saat awak media online melakukan konfirmasi terkait berapa jumlah siswa yang mendapatkan bantuan Program Indonesia pintar (PIP) kepada kepala sekolah di ruang kerjanya ia mengatakan " Siswa yang mendapatkan bantuan PIP tahun anggaran 2022, hanya 23 orang pak(menyebut wartawan),kalau yang sekarang baru 7 orang,tapi biasanya bertahap, nanti suka muncul lagi datanya yang mendapatkan, biasanya seperti itu, kalau jumlah keseluruhan siswa sekarang berkurang karena penujangnya dari SD sedikit,,katanya.
Dilain waktu Awak Media Online berupaya menemui Widodo selaku kepala Sekolah atau selaku pemangku kebijakan di sekolah tersebut pada Kamis 10/8/2023, pengakuannya senada " kalau kelarifikasi terkait jumlah siswa yang mendapatkan bantuan PIP, betul yang dikatakan oleh operator, yaitu sebanyak 23 Siswa di tahun anggaran 2022, untuk jumlah siswa berkurang dari jumlah tahun lalu,, jelasnya.
Sementara data yang di himpun oleh awak media online, jumlah siswa/i di SMPN 6 Cilograng, yang dibantu oleh pemerintah melalui Program Indonesia Pintar ( PIP), sejumlah 51 siswa/i, ada perbedaan sebanyak 28 siswa/i antara pengakuan Operator,Kepala Sekolah, dan data PIP salur yang dikeluarkan oleh pemerintah, adanya perbedaan jumlah siswa yang mendapatkan bantuan PIP, diduga kuat dana bantuan PIP hak siswa digelapkan oleh Kepala Sekolah dan disinyalir adanya Kongkolingkong Dengan Operator sekolah tersebut.
Masih Widodo widantora selaku kepala sekolah SMPN 6 Cilograng di saat di pertanyakan berkaitan dengan perawatan sekolah ia mengatakan bahwa untuk perawatan sekolah mengambilnya sesuai dengan kebutuhan sekolah itu pun juga mengambilnya 8 juta perbulan itu pun sesuai dengan RKS,
Sementara di lihat secara kasat mata diduga uang perawatan tersebut tidak di alokasikan oleh pihak sekolah tersebut,
( pewarta : Syam & Team )