Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat || Gardatipikornews.com -- Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Forkopimcam Purabaya, Kabupaten Sukabumi, bersama Komunitas Oyag, Posramil Purabaya, komunitas offroad Bukit Parahyangan, serta warga setempat dengan membangun kembali rumah milik Mak Mimin (60), warga Kampung Cinangka RT 04/06, Desa Cimerang, Pada Senen ( 22/6/2026). Rumah tersebut dibangun kembali secara gotong royong agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan setelah rumah yang dihuni Mak Mimin dinilai sudah tidak layak ditempati. Bangunan bilik bambu itu mengalami kerusakan cukup parah, dengan atap melengkung nyaris ambruk, dinding bambu yang lapuk dan jebol di sejumlah bagian, serta tiang penyangga yang mulai rapuh sehingga berpotensi roboh sewaktu-waktu. Pada Jumat ( 19/6 ) usai dilakukan pembongkaran.
Camat Purabaya, Kurnia Lismana, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya pembangunan rumah Mak Mimin dilakukan secara swadaya swadaya melalui gotong royong masyarakat dan para donatur. Terlebih ia mengapresiasi dukungan dati Komunitas Oyag Purabaya.
Ia mengapresiasi kepedulian seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam pembangunan rumah tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Danpos Purabaya, Peltu Kosasih, mengatakan Posramil Purabaya tidak hanya mengajak berbagai pihak untuk membantu, tetapi juga ikut memberikan kontribusi anggaran dalam pembangunan rumah Mak Mimin.
"Ini merupakan kegiatan bersama Komunitas Oyag dan Posramil Purabaya. Kami tidak hanya mengajak, tetapi juga ikut berkontribusi dalam hal anggaran. Kami juga mengajak komunitas offroad Bukit Parahyangan, insya Allah nanti ikut membantu," ungkapnya.
Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai. Dan proges pembangunannya diperkirakan memakan waktu 30 hari kalender. "Mudah-mudahan semuanya diberikan jalan dan kelancaran, " tambahnya.
Pada pembangunan hari pertama hadir unsur forkopimcam, pemdes Cimerang, komunitas Oyag, dan warga lainnya.
Mak Mimin sendiri merupakan seorang lansia yang hidup seorang diri. Ia terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan. Selain tinggal di rumah yang nyaris roboh, ia juga mengalami keterbatasan penglihatan akibat katarak pada kedua matanya.
Dalam kesehariannya, Mak Mimin hanya mengandalkan pekerjaan serabutan apabila ada yang mempekerjakannya.
"Kalau ada kerja mah kerja, kalau tidak ada diam saja. Tidak kelihatan, katarak kan," tuturnya lirih.
Kisah Mak Mimin menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar, yakni memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Melalui semangat gotong royong yang ditunjukkan Forkopimcam Purabaya, Komunitas Oyag, Posramil Purabaya, para donatur, dan masyarakat, harapan baru kini mulai terbangun bagi Mak Mimin untuk menjalani masa tuanya dengan lebih nyaman dan bermartabat.
Jurnalis : @MardiGTN.com
Publikasi : Red@ksi.gtn.com