Pangkalanbaru, Bangka Tengah || Gardatipikornews.com
 - Tim Teknik area Manager Retail Babel, buka suara terkait dugaan tercemarnya air di beberapa rumah warga di Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah oleh BBM. Selasa, (30/8/2024) Independent contractor PT. Ardina Prima, Musa selaku tim tehnik menegaskan, sementara fenomena tersebut bukan akibat kebocoran SPBU 24.3311.15 yang letaknya tak jauh dari permukiman warga. Musa menuturkan, berdasarkan pemantauan di 7 sumur tengki SPBU juga tidak ada kontaminasi kebocoran Adeka Sangtraga Sales area manager retail Babel mengatakan, agar tidak lagi terulang dugaan tersebut, pihaknya akan berkomunikasi dengan dinas terkait dan pihak SPBU. Agar melaporkan dokumen-dokumen dukungan berpreodik, persemester maupun pertahun, agar pihaknya bisa mengantisipasi gejala-gejala kebocoran.
"Selanjutnya, selain instansi terkait kami akan berkoordinasi dengan APH dan terus melakukan tindakan lebih lanjut, dan SPBU ditutup sejak tanggal (17/7) hingga batas waktu belum bisa di tentukan, hingga hasil uji keluar dari dinas terkait, pemangku wewenang apakah SPBU sudah bisa beroperasi atau tidak," pungkas Adeka.
Dikesempatan yang sama, menindak rangkaian kegiatan sebelumnya hasil dari laporan yang masuk pada 5/7/2024. Melalui Rewi. S, selaku Tim Gakkum DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus yang mewakili DLHK Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menegaskan.
Karena hal ini sudah tanggung jawab hukum yaaa Kami harus betul" Memvalidkan apakah terjadi kebocoran Walaupun tadi sudah kita saksikan bersama, sudah kita uji 24 Jam tidak ada kebocoran. Namun kami akan melakukan tahab selanjutnya, mencari titik celahnya.
Walaupun tidak di temukan kebocoran, kami akan melakukan uji kembali. Uji tanah dan ART mengambil sample di beberapa titik agar nanti di uji lab kembali,"pungkas nya.
Tidak berhenti disitu, Rewi juga menegaskan, perizinan SPBU ini di terbitkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng)
Kami DLHK Provinsi khususnya, bekerja profesional dan objektif. Kami tidak bisa menganalisa sesuatu tampa data, hingga kami menemukan titik data itu sampai dimana, "tegas Rewi
"Terkait penaganan Selain beberapa penganan yang sudah disebutkan, ada beberapa penanganan Darurat yang akan kita lakukan.
kita sedang mengupayakan, meminta bantuan ke Pihak Pertamina, juga Pengelola SPBU agar masyarakat mendapat bantuan.
Apakah berupa suplay air bersih, atau di buatkan sumur bor di rumah-rumah warga yang diduga terdampak. Dan hal ini sedang kami konsulidasi dengan masyarakat melalui Kepala Desa.
Harapan kami lebih cepat baik, supaya hal ini cepat tertangani dan terjawabkan.
Kami tidak akan berhenti disini, kami akan terus mengawal sampai tuntas dan betul-betul memastikan sumbernya berasal dari mana.
Untuk sementara, seperti yang kita saksikan, hasil dari hidrotes tidak terjadi kebocoran dan itu masih tersegel.
Dan terkait uji tanah dan uji ARD selanjutnya akan kita bawa ke lembaga uji lab yang terakreditasi di luar pulau Babel, Karena DLHK khususnya Babel belum ade alat untuk menguji hal ini,"Terang Rewi.
Sebelumnya, heboh pengakuan warga sekitar, yang mempersoalkan air di rumahnya tercampur BBM, berbau menyengat seperti Pertalite yang diduga akibat adanya kebocoran penampungan Tengki BBM di bawah tanah.
Bantu kami, masukan dan saran dari pihak pelapor dan juga lembaga yang kompetensi lainya termasuk media, Berikan informasi ini seterang - terangnya kepada masyarakat, bahwa disini kami tidak ada keberpihakan kepada siapapun.
Saya pastikan terkait berita viral kemaren, "itu tidak benar" Saya pastikan saat itu tidak ada media. Dan kedatangan kami saat itu, untuk mengambil uji sample Kami harap media menyajikan berita yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) seorang wartawan,"tutup Rewi
( @Ishak gtn)