BOGOR, GARDATIPIKORNEWS.COM -
Perumda Pasar Tohaga memastikan minyak goreng bersubsidi belum masuk ke semua pasar tradisional di Kabupaten Bogor. Minyak goreng yang beredar di pasar tradisional saat ini hanya minyak curah. Hal itu dipastikan saat jajaran Perumda Pasar Tohaga mengunjungi unit Pasar Ciawi dan Cisarua pada Kamis (27/1/22). "Hasilnya sama dengan pengecekan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin), belum ada minyak goreng bersubsidi masuk ke pasar kita,” ungkap Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan kepada wartawan. Menurutnya, hal ini belum relevan dengan kebijakan Pemerintah Pusat melalui kementerian untuk menerapkan minyak goreng satu harga Rp14 ribu. Malahan pedagang mengaku, stok minyak dalam kemasan telah ditarik kembali oleh distributor. Alhasil, minyak goreng yang beredar saat ini tinggal minyak curah dengan kisaran harga Rp.19 ribu hingga Rp20 ribu. “Kita berkoordinasi dengan dinas terkait, mereka lagi konform ke kementerian, informasinya di bulan besok (Februari) mau diturunkan minyak bersubsidi,” jelas Haris. Dalam kunjungannya, pihaknya juga mengecek kondisi komoditi telur yang beredar di pasar. Hal itu dilakukan merespon kabar burung beredarnya telur infertil dan tidak layak konsumsi. Berdasarkan pengamatannya, pengamatannya, telur yang dijual di Pasar Ciawi aman konsumsi. “Keamanan pangan telur ternak di Pasar Ciawi terjamin. Perputaran barangnya pun cukup cepat sehingga minim kemungkinan adanya telur infertil ataupun telur tidak layak konsumsi,” papar Haris. Rata-rata lanjutnya, di setiap pasar tradisional memiliki 4 hingga 5 kios penjual telur ternak. Mulai dari telur ayam ras, telur ayam kampung, telur puyuh hingga telur bebek. "Distributor pedagang diprioritaskan peternak lokal sehingga rantai distribusi tidak terlalu panjang,” tambahnya. Reporter : Tedy.P