"Keprihatinan ini yang mendasari saya untuk menciptakan salah satu inovasi untuk dapat menjawab keresahan dari para petani di dua Kecamatan dataran Toli yaitu dengan menciptakan produk pupuk organik cair dan padat, serta memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, jelasnya".
"Alhamdulilah Inovasi ini hadir dapat menjadi alternatif pengganti di tengah situasi kelangkaan pupuk kimia, dan biaya yang mahal, pupuk organik ini bermutu tinggi sudah dihasilkan oleh banyak periset kita, karena itulah tidak perlu panik jika pupuk kimia langka dan mahal" ungkapbya.
"Hampir setiap tahunya semua petani, besar maupun kecil, di daerah kita ini khususnya di dataran Toili Kabupaten Banggai selalu saja dihebohkan oleh situasi langka atau mahalnya harga pupuk kimia, khususnya urea (N) dan NPK, bagi para petani kecil tersedia subsidi untuk meringankan beban, sedangkan petani besar mulai melirik regulasi agar bisa mengimpor sendiri".
"Hal ini banyak menimbulkan sebuah pertanyaan di kalangan para petani, Entah mengapa dari pihak-pihak yang berkompoten hal ini pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab untuk mengatasi hal tersebut ini tidak perna menemukan solusi yang efektif", dan ini sungguh sangat di sayangkan oleh masyarakat petani".
"Beruntung saat ini sudah banyak para petani yang tertarik menggunakan pupuk organik, mereka sudah merasa terbantu pupuk organik SARINASYA sebagai alternatif pengganti pupuk kimia, pupuk organik yang dibuatnya tidak meninggalkan residu kimia pada tanaman sehingga sangat aman untuk di konsumsi" terangnya kepada media ini.
"Kemudian keunggulan pupuk organik SARINASYA yang dibuatnya mampu bersaing dengan pupuk kimia yang beredar dipasaran, bahkan itu mampu meningkatkan hasil yang lebih baik dari pada penggunaan pupuk kimia, dan ini sudah dibuktikan dengan hasil demplot di beberapa tempat yang dilakukan secara swadaya pada lahan petani" paparnya.
Dua item yang dilakukanya yaitu yang pertama organik murni dilahan tanpa menggunakan pupuk kimia, dan yang kedua itu semi organik, dirinya sudah kombinasikan dengan penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik, ia
menyadari ada kendala besar yang ia hadapi pada saat antusias petani yang semakin meningkat menggunakan pupuk organik ini.
"Dirinya mengakui masih memiliki keterbatasan untuk melakukan pemasaran skala luas, dikarenakan belum memiliki izin edar atau legalitas pemasaran dan alat-alat penunjang pembuatan pupuk organik, hingga saat ini dirinya masih menggunakan alat manual proses pembuatannya".
"Bagi dirinya modal juga yang menjadi salah satu kendala utama, sebagai informasi pupuk organik cair maupun padat sudah melalui uji laboratorium tanah, tanaman, pupuk, air (Badan penelitian dan pengembangan pertanian) Balai pengkaji teknologi pertanian sulawesi selatan dan hasil uji kandungan yang ia lakukan itu cukup memuaskan, oleh karena itu dirinya juga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Banggai maupun investor yang mau bekerja sama dalam hal permodalan" tutupnya.
Pewarta : Keperwil Sul-Teng M.Nakir S.